Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Update

8/recent/ticker-posts

Buka Bazaar UMKM, Mas Tri Apresiasi Kreatifitas dan Konsistensi RW 026 Pejuang Medan Satria


LUGAS
| Kota Bekasi
- Konsisten dan berkesinambungan, ditunjukkan segenap penggerak RW Siaga di RW 026 Kelurahan Pejuang, Medan Satria, Kota Bekasi. Meski lomba dalam ajang kompetisi RW Siaga telah lewat, mereka tetap melanjutkan berbagai ikhtiar terkait ketahanan pangan dan industri kreatif, zero criem dan zero covid-19.

Di bidang ketahanan pangan dan industri kreatif, ditunjukkan dengan digelarnya bazaar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Bazaar Takjil Ramadan yang diikuti oleh sebanyak 25 pelaku UMKM di RW 026. Bazaar digelar  di Jalan Taman Casandra Utama, perumahan Taman Harapan Baru.

Acara dibuka  Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono atau akrab disapa Mas Tri yang hadir bersama istri,  Ny. Wiwiek Hargono pada Sabtu (10/04/2021).

Sejumlah perangkat kerja pemerintahan yang hadir diantaranya camat Medan Satria Lia Erliani, Kapolsek Medan Satria Kompol Agus Rohmat, Lurah Pejuang H. Isnaini, Babinsa, Bimaspol, ketua RW beserta jajaran, ketua RT beserta jajaran, ketua dan kader penggerak PKK, Kader Posyandu, serta  Kelompok Wanita Tani (KWT) dan warga sekitar.

Kusnandar yang didapuk sebagai ketua panitia Bazaar UMKM, dalam sambutannya mengungkapkan harapan agar melalui acara ini bisa mewadahi UMKM untuk  meningkatkan kreatifitas mereka.

"Kami adakan Bazaar UMKM ini dari tanggal 10 sampai 12 April 2021. Selanjutnya  Bazaar Takjil hasil karya UMKM warga RW 026 digelar sampai akhir bulan Ramadhan," terang Kusnandar.

Dijelaskan Kusnandar, khusus Bazaar UMKM dibuka dari jam 08.00 pagi sampai dengan jam 18.00 petang, sementara untuk Bazaar Takjil akan dimulai sore hari jam 15.00 sampai dengan jam 18.00.

Camat Medan Satria Lia Erliani, Ketua RW 026 Edy Mulyawan, Ketua Panitia Kusnandar


Sementara itu ketua RW 026 Edy Mulyawan mengungkapkan geliat warganya dalam hal ketahanan pangan dan industri kreatif telah berkembang menjadi komunitas yang menghidupkan sektor produksi berbagai komoditas dan kriya, pertanian dalam hal ini aneka sayuran, ternak ikan dan olahan hasil-hasilnya dan  warga sendiri yang menjadi market utamanya, disamping juga menerima pesanan dari luar perumahan.

"Ini sebagai wadah untuk menggerakan dan menambah kreatifitas UMKM yang ada di RW 026," ujar Edy.

"Alhamdulillah mereka menggelar bazaar secara mandiri, yakni swadaya menyiapkan aneka perlengkapan yang dibutuhkan selama bazaar," ucap Edy mengapresiasi kemandirian warganya.

Dikatakan Edy, dengan  adanya bazaar ini masyarakat tidak perlu kebingungan dalam mencari makanan berbuka puasa.

"Kalau pengin asinan Betawi jangan jauh-jauh, pengin jengkol, pengin kolang-kaling disini ada," kata Edy berpromosi.

"Tetap pesen saya, temen-temen semua protokol kesehatan tetap jaga," tegas Edy.

 "Apa yang sudah kita lakukan secara tidak langsung menjadi contoh, contoh dari 1013 RW di kota Bekasi," ujar Edy yang mengingatkan  bahwa pencapaian dalam kompetisi RW Siaga yang telah diraih, menjadi juara 2, bukan persoalan merebut kemenangan dalam kompetisi itu. 

"Tetapi konsistensi kita, keberlangsungan kita terkait dengan penanganan covid dan lain-lain," tegas Edy.

Ketua Tim Penggerak PKK RW 026 Endang Sudaryanti yang didampingi ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Rita Rahmawati menjelaskan bazaar ini dapat terlaksanan berkat kerjasama antara ibu-ibu PKK, KWT beserta dengan Bapak-bapak pengurus  RW dan RT.



"Berkat kerjasama ini Alhamdulillah acara berjalan dengan baik. Alhamdulillah semua antusias mendukung. Bahkan Bu Kokom dan beberapa yang lain jam segini dagangannya sudah habis. Sebenarnya kami khususkan UMKM, tapi kami siapkan 25 meja. Jadi kalau hari ini masih ada yang kosong, berarti nanti jualannya saat puasa yaitu sore hari," terang Endang.

Dirinci oleh Endang Sudaryanti, produk UMKM yang dijual antara lain kriya lukisan, olahan lele bumbu siap masak, manisan, keripik bayam, cabe, kolang-kaling dan lain-lain.

Dituturkan Endang, para penjual mendapatkan masing-masing satu stan, dan dikenakan biaya yang digunakan  untuk kas terutama perawatan tenda.

Camat Medan Satria Lia Erliani yang hadir dalam acara pembukaan berharap dengan adanya Bazaar UMKM ini akan menumbuhkan klaster UMKM baru dan berkembang.

"Saya berharap dengan acara bazaar seperti ini akan tumbuh UMKM-UMKM baru di kelurahan Pejuang khususnya di RW 026,   karena UMKM ini justru memberikan ruang untuk para pelaku usaha kecil menengah mikro yang ada di RW 26 untuk dapat mengeksplor dan memamerkan dagangannya," ujar Camat Medan Satria Lia Erliani.

Lebih lanjut Lia  menambahkan bahwa untuk mempertahankan predikat juara yang diraih diperlukan konsistensi.

"Warga masyarakat itu sebenarnya memiliki potensi luar biasa, hanya saja mereka membutuhkan ruang dan kami pemerintah tentunya memberikan ruang itu, yaitu melalui lomba-lomba sehingga memotivasi mereka untuk terus berkreasi meraih sebuah prestasi dan mereka meningkatkan skill mereka sehingga mereka menjadi juara," ujar Lia.

"Dan RW 026 itu sangat luar biasa, karena ketika kita memberikan ruang dan kesempatan untuk mereka berkreasi, mereka ambil kesempatan itu dan menampilkan yang terbaik sehingga mereka juara," tambah Lia.

"Dan tetap konsistensi dijaga," pesan Lia.

Karena menurutnya Lia Erliani, berkat menjaga konsistensi itulah kenapa RW 026 setiap ada kesempatan untuk lomba mereka masuk di salah satu nominasi juara.

Apresiasi atas konsistensi, kesinambungan dan kreatifitas warga RW 026 juga datang dari Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono. Mas Tri  mengapresiasi dan senang dengan kreatifitas dan inovasi RW 026 kelurahan pejuang.



"Saya sangat senang dan mengapresiasi atas kerja keras dan kreatifitas warga RW 026, terkait UMKM salah satu jawabannya adalah memang bagaimana memberdayakan ekonomi, yang kita lakukan adalah blonjo ning tonggo, orang yang belanja di tetangganya itu adalah pahlawan," ujar Mas Tri seraya megungkapkan agar tak bergantung dan merasa gengsi karena merek dan kemasan.

"Ada makanan dapur coklat, ada nastar, paling itu-itu saja. Dan hanya menang merk saja. Ada (tetangga) yang jualan kue coklat, kue nastar, putri salju, putri malu, malah sekarang ada putri byayakan, jadi jangan kalah, yang penting tetap sosialisasi pada masyarakat dan berdayakan pelaku usaha yang ada," ujar Mas Tri memotivasi blanja ning tangga (blonjo ning tonggo) atau belanja di tetangga.

"Karena bagaimanapun ekonomi harus gerak, tinggal inovasi dan kreatifitasnya untuk di perhatikan," tutup Mas Tri.



Reporter: Agus Wiebowo
Editor: Mahar Prastowo

Posting Komentar

0 Komentar