Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Update

8/recent/ticker-posts

Lurah Kebon Pala Umumkan Pergantian Kepala Puskesmas

Dokter Shinta Digantikan Dokter Aditya Kusuma



LUGAS | Makasar, Jakarta Timur
-  Rakor kelurahan Kebon Pala yang dipimpin oleh Lurah Faisal Rizal, M.Kes pada Jumat (11/06/2021) tiba-tiba menyiratkan suasana haru. Pasalnya di forum yang dihadiri segenap perangkat kelurahan ini, yang biasanya untuk koordinasi rutin bulanan, tiba-tiba diumumkan bahwa  dr. Shinta yang sudah 6 tahun menjadi kepala Puskesmas Kebon Pala mendapat mutasi jabatan ke kecamatan.

"Dokter Shinta ditarik ke kecamatan dan dokter Aditya Kusuma Cahyaliarta yang menggantikan sebagai Kepala Puskesmas yang baru," ujar lurah Faisal mengumumkan di depan sekitar 30 peserta rapat koordinasi perangkat kerja sekelurahan Kebon Pala.

Terhadap sosok dokter Adit, lurah menyampaikan sudah cukup akrab dan merupakan teman main futsal. Sehingga diharapkan lebih mudah berkolaborasi terutama dalam penanganan covid-19 dan program lainnya terkait kesehatan masyarakat kelurahan Kebon Pala.

Sebagaimana diungkapkan dokter Adit, sebelumnya,ia bertugas di Puskesmas Kelurahan Pinang Ranti selama 6 (enam) tahun. Dan  dalam 6 (enam) bulan terakhir mendapat kepercayaan sebagai penanggung jawab penanggulangan penyakit menular di Puskesmas kecamatan Makasar, serta menjadi tim gerak cepat penanggulangan Covid-19.

Ditengah masa pandemi Covid-19 yang belum ada tanda akan segera berakhir ini, dokter Adit mengingatkan agar tak terjebak dengan istilah zonasi.

"Covid-19 ini penyakit komunal. 5M dan 3T sebagai ikhtiar kita," ujarnya.

5M dimaksud dokter Adit ialah Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, serta Membatasi mobilisasi dan interaksi. Sedangkan 3T ialah Testing, Tracing, dan Treatment.

Untuk itu ia akan melanjutkan program yang telah dijalankan oleh Kapuskes sebelumnya, dokter Shinta, dan berkolaborasi dengan seluruh pihak di kelurahan Kebon Pala.


Dokter Aditya (berdiri), Lurah Kebon Pala Faisal Rizal dan dokter Shinta.


Sementara itu dokter Shinta mengungkapkan perkembangan akhir dari program vaksinasi yang telah berlangsung di Kelurahan Kebon Pala. Yang tadinya untuk aparat pemerintahan dan ASN termasuk guru dan pegawai kelurahan, kemudian berlanjut ke lansia, lalu masyarakat rentan dalam hal ini ODGJ dan disabilitas.

"Terakhir adalah vaksin untuk warga berusia 18 tahun keatas," ujar dokter Shinta.

Diterangkan untuk vaksinasi usia 18 tahun keatas, ini menyesuaikan dengan data NIK, sehingga apabila usianya kurang 1 hari saja maka tidak dapat diinput ke dalam sistem dan tidak bisa mendapatkan vaksin.

Bagi warga berusia 18+ yang ingin mendapatkan vaksin  harus mendaftar DI SINI dan nantinya setelah mendaftar warga akan mendapat pemberitahuan kapan dan dimana vaksinnya.

Adapun persyaratannya yang harus dipenuhi ialah Warga DKI Jakarta berusia 18 tahun ke atas, membawa fotocopy KTP atau surat keterangan domisili dari RT setempat. "Dan hadir sesuai waktu yang ditentukan saat mendaftar, supaya tidak terjadi kerumunan," ujar dokter Shinta.

Di wilayah kecamatan Makasar, Jakarta Timur ini lokasi pelaksanaan vaksinasi di 7 (tujuh) titik yaitu:
Puskesmas Kecamatan Makasar (dan SMA 48).
Puskesmas Kelurahan Pinang Ranti.
Puskesmas Kelurahan Makasar.
Puskesmas Kelurahan Kebon Pala.
Puskesmas Kelurahan Halim Perdana Kusuma I.
Puskesmas Kelurahan Halim Perdana Kusuma II.
Puskesmas Kelurahan Cipinang Melayu.

Dokter Shinta juga mengungkapkan bahwa pada prinsipnya sejak ada PPKM dan PPKM Mikro, jumlah warga terpapar Covid-19  menurun dan sebanyak 211 pasien berhasil ditangani. Meski tak dipungkiri pernah juga  ada pasien meninggal dan ia merasa kecolongan, karena masih menunggu hasil swab tapi diijinkan pulang dan dimakamkan secara normal, sehingga kemudia dilakukan tracing siapa saja yang berinteraksi dengan jenazah.

Supaya tidak salah membaca data, perihal zonasi per RT dalam PPKM Mikro, tidak menghitung jumlah orang yang sakit tapi melihat jumlah rumah, yang sejak Maret diperketat apabila ada 1-3 rumah terpapar Covid-19 dalam  satu RT maka dinyatakan zona kuning, dan diatas 5 rumah per RT maka statusnya zona merah.

Begitu pentingnya memberikan perhatian dan penanganan terhadap pasien Covid-19, dokter Shinta berharap ketika  ada kasus terpapar Covid-19 supaya tetap dirujuk (ke RS), "supaya terkontrol dan dapat dilakukan penanganan cepat," katanya.

"Jika pasien minta isolasi mandiri, harus menunjukkan surat ijin RT/RW," ujar dokter Shinta.

Disamping soal Covid-19, dokter Shinta juga mengungkapkan keperihatinannya karena sejak pandemi Covid-19 banyak program yang tidak berjalan sebagaimana mestinya.

"Mohon maaf karena pandemi Covid-19 pelayanan masyarakat tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya seperti posyandu balita, posyandu lansia, jumantik dan lainnya," ungkapnya.

Ia berharap setelah ini  kader posyandu lansia agar aktif kembali untuk melakukan screening lansia menggunakan NIK. Screening penyakit tidak menular dapat dikolaborasikan dengan data hasil screening vaksin.

Tak luput dari perhatian dokter Shinta, ialah masalah peningkatan kasus DBD, baik laporan dari warga maupun dari dinas atau faskes bahwa ada kasus DBD. Itu sebabnya beberapa waktu lalu telah direncanakan petugas Puskesmas akan bersama kader Dasa Wisma melakukan grebeg ke wilayah RT/RW guna melakukan himbauan kepada masyarakat, yang tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, sehingga petugas tak perlu masuk ke rumah, cukup memberikan himbauan kepada warga untuk melakukan pengendalian atas kesehatan lingkungan rumahnya.

Di akhir pengabdiannya di kelurahan Kebon Pala, dokter Shinta mengungkapkan begitu berkesan selama bertugas 6 tahun dari 2015-2021.

"Antara berat dan tidak berat ya, tapi karena tugas ya harus dijalani," ujarnya.

"Minta tolong dibukakan pintu maaf sebesar-besarnya, mudah-mudahan kedepannya warga Kebon Pala ini kesehatannya semakin meningkat, warga juga semakin sehat, program-program puskesmas juga bisa berjalan dengan lancar, banyak kegiatan-kegiatan yang bisa dilakukan lagi dan melibatkan masyarakat. Karena selama masa pandemi ini banyak program yang stop, semoga kedepannya lebih baik," pungkas dokter Shinta.


Laporan Mahar Prastowo 📲

Posting Komentar

0 Komentar