LUGAS | kota Tangerang Selatan, Banten, 16 Januari 2026 - Suasana SDI Ruhama Labschool UHAMKA Ciputat mendadak riuh rendah. Bukan karena bel istirahat, melainkan kehadiran sosok mungil nan energik yang tengah menjadi idola baru anak-anak Indonesia, khususnya Generasi Z dan Generasi Alfa yakni Mazaya Amania.

Di sela acara Peresmian Program Revitalisasi Satuan Pendidikan se-Tangerang Raya, peraih AMI Award 2024 ini hadir membawa misi besar melalui suara merdu dan penampilannya yang menggemaskan. Dengan mengenakan gaun batik bermotif ceria berwarna pink dan biru toska, Mazaya yang kini duduk di bangku kelas 3 SD tampak tak canggung berbaur dengan siswa TK hingga SMP. Bagi tim Kemendikdasmen, pertemuan tersebut menjadi momen istimewa untuk menyaksikan langsung bagaimana seorang “ _influencer_ cilik” mampu menghidupkan kembali gairah lagu anak di Tanah Air.

Mazaya Amania: “Ayo, Lebih Cinta Lagu Anak Indonesia

Mazaya yang populer melalui lagu ‘Ayam Piyik, Cicak Nemplok dan Memangnya Aku Boneka’ terlihat sangat antusias sepanjang acara. Dengan gaya khasnya yang centil namun cerdas ala reporter cilik, ia menyampaikan pesan mendalam kepada teman-teman sebayanya.

“Aku mau ajak teman-teman semua, baik di rumah maupun di sekolah, untuk lebih mencintai lagu anak Indonesia. Lagu yang liriknya memang buat kita, yang ceria dan penuh semangat,” ujar Mazaya, putri bungsu pasangan Rama dan Juju ini dengan mata berbinar.

Cucu dari tokoh silat dunia, Mayjen (Purn) Eddie Marzuki Nalapraya tersebut juga mengungkapkan rasa syukurnya kepada pemerintah. Mazaya mengaku bangga karena dipercaya oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, untuk terlibat dalam album Karya Cipta Lagu Pembelajaran Anak Usia Dini (KICAU) 2025.

“Senang banget dan bersyukur bisa diajak Pak Menteri nyanyi di album KICAU. Ini kado buat semua anak Indonesia,” tambahnya. Kehadiran Mazaya di panggung bahkan sempat memecah suasana ketika ia dengan berani mengajak Pak Menteri bernyanyi bersama, yang disambut tawa dan tepuk tangan meriah para hadirin.

Dalam album Kicau yang dirilis Kemendikdasmen, Mazaya membawakan tiga lagu berjudul Roket Balon, Anak Mandiri, dan Bermain Mewarnai. “Ingat ya, teman-teman, lagu-lagu itu aku yang nyanyikan sendiri. Kalian bisa lihat di YouTube Kemdikdasmen dan PAUDPEDIA,” ujar Mazaya di Tangerang Selatan, (14/1).

Sentuhan Karya Mendikdasmen dalam “Hari Baru” dan “Rukun Sama Teman

Selain Mazaya, tim Kemendikdasmen juga berkesempatan menemui sosok fenomenal lainnya di lokasi yang sama, yakni Quinn Salman. Pelantun lagu viral ‘Tiba-Tiba’ ini hadir bersama adiknya, Prince Salman.

Quinn, yang mencetak sejarah sebagai pemenang AMI Awards dua tahun berturut-turut (2021–2022), membagikan kisah istimewa di balik proyek musik terbarunya. Kali ini, ia membawakan lagu berjudul Hari Baru dan Rukun Sama Teman.

Keunikan lagu tersebut terletak pada lirik Rukun Sama Teman yang ditulis langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti. “Aku benar-benar terkesan dan bersyukur banget, karena Pak Menteri ternyata sangat peduli dengan pesan moral untuk anak-anak lewat musik. Beliau sendiri yang menulis liriknya, dan aku bersama Prince yang menyanyikannya,” ungkap Quinn dengan nada bangga.

Menurut Quinn, lagu ini tidak sekadar menghadirkan melodi indah, tetapi juga sarat pesan tentang adab, kesantunan, dan persahabatan. Putri dari presenter Wiwied Salman dan mantan manajer A&R Sony Music, Boy Salman, ini menilai kolaborasi antara musisi anak dan pembuat kebijakan sebagai langkah yang visioner. “Lagu ini mengingatkan kita bahwa sekolah bukan hanya tempat belajar angka, tapi juga tempat belajar berteman dengan baik,” tutur Quinn.

Membangun Karakter Lewat Nada

Kehadiran Mazaya Amania dan Quinn Salman dalam acara Peresmian Revitalisasi Satuan Pendidikan se-Tangerang Raya tersebut memberikan warna tersendiri. Pendidikan anak usia dini (PAUD) dan sekolah dasar (SD) tidak semata tentang pembangunan sarana prasarana fisik, tetapi juga revitalisasi budaya dan pembentukan karakter melalui konten yang sehat dan edukatif.

Melalui album KICAU serta lagu Hari Baru dan Rukun Sama Teman, Kemendikdasmen menitipkan pesan-pesan karakter melalui idola-idola cilik. Mazaya dengan keceriaannya dan Quinn dengan kematangan musikalnya menjadi jembatan efektif untuk menjangkau dunia anak-anak yang kini kian terpapar dengan lagu-lagu dewasa.

Di akhir acara, Mazaya memimpin sesi bernyanyi bersama murid TK dan SD di lapangan sekolah. Suara riuh anak-anak yang mengikuti lirik lagu edukatif itu seakan menghadirkan harapan baru bagi masa depan industri lagu anak Indonesia. “Terima kasih, Pak Menteri, sudah sayang sama lagu anak-anak,” tutup Mazaya sambil melambaikan tangan kepada para penggemar kecilnya.