Ketua RT 02 RW 03 Agrowisata, Abdul Bahri (kemeja putih)

LUGASPEKANBARU – Dalam rangka memperingati peristiwa agung Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW Tahun 1447 Hijriah, Ketua RT 02 RW 03 Kelurahan Agrowisata, Kecamatan Rumbai Barat, Abdul Bahri, menginisiasi kegiatan keagamaan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat setempat.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu malam, 18 Januari 2026, bertempat di Jalan Sri Sejahtera Gang Bahagia, mulai pukul 20.00 WIB atau setelah Salat Isya.

Peringatan Isra Mi’raj ini diisi dengan tausiyah keagamaan oleh Ustadz Drs. Mawardi Dalimunte, yang akan mengulas hikmah perjalanan spiritual Rasulullah SAW serta relevansinya dalam kehidupan umat Islam masa kini.

Ketua RT 02 RW 03 Kelurahan Agrowisata, Abdul Bahri, menyampaikan bahwa kegiatan ini digelar sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus upaya memperkuat nilai keimanan dan ketakwaan warga.

Lurah Agrowisata, Zulken, SP. (tengah)

“Peringatan Isra Mi’raj ini menjadi momentum untuk mengajak masyarakat kembali memahami makna salat, akhlak mulia, dan keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Abdul Bahri.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dan semangat gotong royong dalam kegiatan keagamaan di lingkungan. Menurutnya, peringatan hari besar Islam bukan hanya seremoni, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi dan membangun harmoni sosial di tengah masyarakat.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari perangkat lingkungan setempat, mulai dari panitia pelaksana, Ketua RT RW se-Kelurahan Agrowisata, hingga Lurah Agrowisata Zulken, SP. Sinergi tersebut menunjukkan kuatnya komitmen masyarakat dalam menghidupkan nilai-nilai religius di lingkungan tempat tinggal.

Sebagai bagian dari nilai kebersamaan dan kepedulian sosial, panitia juga membuka kesempatan bagi warga yang ingin bersedekah makanan untuk dibagikan saat acara berlangsung.

Melalui peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H ini, masyarakat RT 02 RW 03 Kelurahan Agrowisata diharapkan tidak hanya mengenang peristiwa bersejarah dalam Islam, tetapi juga mampu mengamalkan pesan spiritualnya dalam membangun kehidupan yang beriman, rukun, dan bermartabat.