Suu Kyi Bungkam Soal Muslim Rohingya, Tapi Sigap Soal Kachin


TABLOIDLUGAS.com | Yangoon - "Saya terus dikritik oleh beberapa orang karena tidak turut serta dalam pembicaraan damai, terkait konflik Kachin. Saya selalu siap sedia turut serta untuk mengupayakan proses perdamaian," ujar pemimpin oposisi Myanmar Aung San Suu Kyi, Kamis (13/2/2013) soal kesiapannya membantu negosiasi guna mengakhiri konflik antara Pemerintah Myanmar dengan kelompok minoritas Kachin.

Keinginan Suu Kyi ini terlontar setelah adanya kecurigaan adanya laporan pemerintah melakukan kekerasan terhadap kelompok minoritas Kachin. Atas tuduhan ini, Pemerintah Myanmar didesak untuk segera melakukan negosiasi dengan kelompok Kachin.

Sebelumnya, telah terjadi kesepakatan gencatan senjata antara pemerintah dengan sebagian besar kelompok etnis minoritas, khususnya etnis Kachin, namun pecah [ertempuran lagi pada Juni 2011 lalu karena Kachin menolak tinggalkan basis pertahanan mereka.

Kalangan pegiat HAM internasional melihat sikap Suu Kyi bukan sebagaimana layaknya penerima nobel perdamaian karena jika soal etnis muslim Rohingya ia bungkam. Etnis Rohingya telah ada di Myanmar selama ratusan tahun, namun dianggap bukan bagian dari Myanmar karena agamanya. Pemerintah Presiden Thein Sein juga terus berupaya mengusir mereka ke luar Myanmar.[L/internasional/mahar]

Tidak ada komentar