Bunda Reni: Orangtua Harus Peka dalam Mendidik Anak



TABLOIDLUGAS.COM | Pendidikan - Perlakuan kekerasan pada anak dari tahun ke tahun menurut komisi perlindungan anak indonesia (KPAI) semakin sering diberitakan, itu artinya ada peningkatan. Dan data tersebut tentunya masih jauh dibawah dari angka kejadian sebenarnya, karena banyak yang tidak melaporkan ke pihak berwajib, atau lembaga-lembaga pengaduan lainnya.

Menyadari berbagai kejadian kekerasan yang kerap terjadi dalam kehidupan sehari-hari, terutama pada anak-anak dan remaja, bahkan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) secara umum, Pimpinan Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia Jatiasih, Kota Bekasi menggelar acara seminar pendidikan dalam keluarga.

Peserta seminar yang berjulah sekira 500 orang ini terdiri dari para orang tua dan remaja di sekitar Jatiasih, dengan harapan agar anggota keluarga memahami berbagai aspek yang termasuk dalam perilaku kekerasan diantara anggota keluarga.

"Dengan kegiatan ini diharapkan anggota keluarga memahami peran masing-masing sehingga terhindar dari perbuatan kekerasan baik orang tua pada anak maupun sebaliknya. Karena dengan tidak ada perilaku kekerasan dalam sebuah rumah tangga, bisa dijadikan cermin kesalehan antar pribadi dalam hubungan keluarga, yang juga akan terlihat dalam kesalehan sosial ketika bergaul dalam masyarakat," terang Dedi Hadiyat, Ketua PC Lembaga Dakwah Islam Indonesia kepada Tabloid Lugas, disela-sela acara yang diselenggarakan Kamis (4/4/2013) malam.

Sementara itu Hj. Reni Rudiyanto, S.Sp, pimpinan PAUD Lilbee yang menjadi pembicara tunggal dalam seminar ini menekankan betapa pentingnya wawasan bagi orang tua sebagai modal dalam pembinaan anak.

"Banyak orang tua masih belum tahu cara mengasuh anak yang baik sehingga berlaku kasar baik secara verbal (ucapan, red) maupun fisik seperti pukulan, cubitan dan lain-lain," kata pembicara yang akrab dipanggil Bunda Reni.

Disamping itu juga ada kekerasan secara emosional dengan tidak memberikan perhatian dan kasih sayang yang cukup.

"Dalam mendidik anak, orang tua supaya memahami karakter sesuai  perkembangan dan usia anak. Dalam perkembangan tersebut ada masa membangun pondasi moral, fase anak berpikir egosentris fase dimana anak lebih condong ke temanya dan lain-lain," tutur Bunda Reni, lanjutnya, "orang tua harus lebih peka dalam mendidik anak, karena pada usia anak-anak pertumbuhan otak lebih cepat dari organ tubuh lainnya."

Dengan memahami pendidikan anak sesuai usia dan emosialnya, orang tua akan lebih berhati-hati dan siap menjadikan anak-anak menjadi generasi unggul secara spiritual, mandiri dan berakhlak mulia. (L/AgusW)

Tidak ada komentar