Banyuwangi adakan kompetisi surfing kelas dunia di Pulau Merah

TABLOIDLUGAS.com - Banyuwangi Surfing International Competition resmi dibuka Menteri Pariwisata dan Ekonomi, Marie Elka Pangestu, Jumat sore (23/5). Ditandai bunyi sirine dan tabuhan alat musik kendang yang dimainkan para seniman Tanah Osing, sebutan Kabupaten Banyuwangi, kompetisi selancar tingkat dunia siap digelar di Pantai Pulau Merah.

Dalam sambutannya, Marie Elka Pangestu sangat mengapresiasi ide kreatif Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas yang menyatukan olahraga dan entertainment, sebagai konsep sport tourism di Bumi Blambangan, sebutan lain Banyuwangi.

"Saya sangat mengapresiasi ide ini. Bapak Bupati cukup jeli menangkap potensi pariwisata di Banyuwangi. Idenya cukup tepat. Dengan mengadakan kompetisi seperti ini (surfing tingkat internasional), orang akan semakin banyak datang ke Banyuwangi," kata Marie Elka Pangestu.

Menurutnya, dengan menggelar surfing, orang akan semakin penasaran dan ingin tahu seperti apa Pantai Pulau Merah yang dijadikan ajang kompetisi itu. "Olahraga kalau ngomong surfing, akan berpikir seperti apa sih tempat yang dijadikan arena surfing. Sebab, selain menampilkan keindahan panorama alam, ombak pantainya juga harus luar biasa," katanya.

"Nah, sekarang bagaimana kita menggunakan tempat-tempat yang berpotensi mendatangkan turis-turis asing ke Indonesia, tanpa harus merusak lingkungan. Dan itu sudah dilakukan di Banyuwangi. Bapak Bupati (Abdullah Azwar Anas) telah berhasil menyatukan industri pariwisata dengan ekonomi kreatif, sehingga bisa berkembang di sini," lanjut dia.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengatakan, dengan menggelar kompetisi tingkat dunia di daerahnya, potensi untuk mengangkat industri lokal sangat besar. "Saya ingin, masyarakat juga ikut menikmati manfaat pariwisata di Banyuwangi. Dengan begitu, perekonomian masyarakat bisa lebih maju dan bisa memanfaatkan potensi pariwisata di Banyuwangi," kata Azwar Anas.

Selanjutnya, di acara itu pula, Marie Elka Pangestu juga berkesempatan memberikan cinderamata kepada perwakilan peserta kompetisi surfing, Josua, asal Amerika. Josua merupakan turis asing yang sudah 10 tahun tinggal di Pulau Dewata, Bali. Dan kali ini, dia ingin merasakan keganasan ombak Pantai Pulau Merah.

"Saya sangat terkesan, saya harap di sini (Pulau Merah) lingkungannya tidak dirusak, agar tetap indah, sehingga akan semakin banyak orang-orang datang ke sini untuk mencoba ombaknya," kata Josua yang sudah fasih berbahasa Indonesia.

Sedangkan kompetisi itu sendiri, diikuti 120 peserta dari 15 negara, di antaranya Belgia, Austria, Jerman, Prancis, Belanda, Rusia, Serbia dan beberapa negara eropa lain.

Sebelum membuka acara, bupati juga berkesempatan menanam pohon di area Pantai Pulau Merah dan melepas 200 anak penyu ke pantai bersama Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan. Di acara itu, hadir pula artis ibu kota, Ayu Azhari, yang juga ingin menikmati keindahan Pantai Pulau Merah. (Merdeka)

Tidak ada komentar