Polisi Telah Memantau 7 Titik Kegiatan ISIS di Bekasi

LUGAS | Bekasi - Wakil Kepala Kepolisian Sektor Bekasi Selatan Ajun Komisaris Bambang memberitahu upaya-upaya yang akan dilakukan jajarannya untuk mencegah penyebaran Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Kota Bekasi.

"Ada beberapa upaya pencegahan yang akan dilakukan terkait ISIS ini," ujar Bambang di Kelurahan Kayuringin, Rabu (6/8/2014) kepada KCM.

Upaya yang akan dilakukan adalah melakukan koordinasi dengan instansi terkait seperti kelurahan dan organisasi masyarakat. Polisi juga akan menggandeng tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk membantu sosialisasi bahaya ISIS kepada masyarakat.

Selain itu, Polresta Bekasi Kota bersama polsek juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar mereka tidak bergabung dengan ISIS.

Aparat akan bekerjasama dengan anggota Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di wilayah Bekasi agar tidak memberi ruang gerak bagi pergerakan ISIS. Salah satunya dengan mengadakan deklarasi masyarakat untuk menolak keberadaan ISIS.

Upaya pencegahan tersebut dilakukan karena telah berhasil mendeteksi masjid-masjid yang sering digunakan oleh Jama'ah Anshorut Tauhid (JAT).

JAT yang merupakan kelompok pendeklarasi dukungan ISIS biasa melakukan kajian di enam masjid di Bekasi.

Masjid yang biasa digunakan oleh JAT adalah Masjid Jannatul Firdaus di Taman Galaxi Indah, Bekasi Selatan; Masjid Muhammad Ramadhan di Pekayonjaya; Masjid Al Jiqro di Jatiasih; Masjid Muhajirin di Pekayonjaya; Masjid Alhikmah di Perum BJI, Bekasi Timur; Masjid Imam Bukhori di Jatirangon, Pondok Gede.

Dari keenam titik tersebut Masjid Muhammad Ramadhan (MMR) dinyatakan telah steril setelah fasum milik Pemkot Bekasi itu diambil alih dengan cara mengganti Dewan Kemakmuran Masjid (DKM). Ditambah satu titik lagi berupa sebuah rumah yang juga untuk praktik pengobatan alternatif ruqyah di perumahan Sigma Residence Bekasi.

kcm

Tidak ada komentar