Sundari Soekotjo, Sang Maestro Keroncong

Dr. Sundari Untinasih Soekotjo, lahir di Jakarta, pada 14 April 1965 atau genap 51 tahun pada hari ini, Kamis (14/4/2016). Ia lebih dikenal sebagai Sundari Sukoco,  sang penyanyi keroncong dari Indonesia yang tak hanya dikenal di dalam negeri, namun juga di mancanegara.

Disamping sebagai penyanyi keroncong, ia juga pernah mengajar sebagai guru kesenian di SMA 38 Jakarta, kemudian menjadi dosen di Universitas Negeri Jakarta, perguruan tinggi dimana ia meraih gelar sarjananya.

Kecintaan Sundari pada musik keroncong bermula sejak ayahnya, almarhum Soekotjo Ronodihardjo, yang juga seorang tentara berpangkat letnan satu memperkenalkannya pada musik keroncong. Ayahnya yang hobi menyanyi lagu keroncong sering mengajak Sundari menyanyi bersama.

Umur 9 tahun, ia menyanyi pop bersama Joko Sutisno di TVRI. Selanjutnya Sundari belajar menyanyi keroncong pada beberapa guru.

Tahun 1975, ketika umurnya 10 tahun, ia baru mulai mengikuti perlombaan dengan menjadi perwakilan dari SD Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, tempat dia sekolah.

Baru tahun 1977 ia mengkhususkan diri pada lagu keroncong dan satu tahun kemudian, mengikuti berbagai festival keroncong.

Pada festival keroncong remaja tahun1978 Sundari terpilih menjadi finalis. Dan ini semakin mendorongnya untuk ikut festival berikutnya.

Pada tahun 1979, ia akhirnya menembus juara kedua di ajang juara bintang radio dan TV untuk kategori keroncong dewasa wanita. Itu pun dengan mencuri umur, karena Unti belum mencapai 15 tahun. Ia berhasil mengelabui panitia karena dengan kebaya dan sanggul. Baru sebentar Sundari menikmati pujian berkat penampilannya, Sundari menuai kritikan karena ketahuan kalau ia masih dibawah umur. Waktu itu duduk di bangku SMP 80 Halim. “Umur saya waktu itu masih 14 tahun”, ucapnya.

Tak berhenti sampai disitu, pada festival pada tahun 1983, ia meraih juara satu Bintang Radio & Televisi.

Tahun 2002 menjadi tahun yang penuh berkah baginya. Pada tahun 2002, ia merilis album keroncong asli yang diberi judul Ingkar Janji album ini menjadi album keroncong asli pertamanya, dimana ia menyanyi diiringi musik keroncong. Berkat album ini, ia dinobatkan sebagai penerima keroncong Award 2002 yang diselenggarakan Yayasan Bina Suci dan Radio Republik Indonesia. Pada tahun yang sama, ia juga menerima penghargaan khusus dari dewan kategorisasi di ajang AMI Sharp Award ke-6. Pada 14 Agustus 2002, ia dinyatakan lulus sebagai sarjana musik oleh Universitas Negeri Jakarta (dulunya IKIP) dengan nilai cukup memuaskan.

Meski menuai banyak keberhasilan dalam kariernya, perkawinannya dengan seorang pilot bernama Arman Surjadi kandas pada tahun 2004. Ia mengasuh anak semata wayangnya, Putri Intan Permata sebagai orang tua tunggal. Sundari menuturkan bahwa anaknya mengikuti jejaknya. “Hati saya trenyuh, ketika diusia 9 tahun dia sudah kepingin rekaman. Saya bebaskan dia untuk memilih dengan syarat punya tanggung jawab. Jangan numpang nama ibunya”.

Pada Senin, 1 Februari 2010, cita-cita Unti, nama panggilannya, meraih gelar tertinggi dibidang akademik tercapai. Didepan para penguji di Universitas Negeri Jakarta, ia berhasil mempertahankan desertasinya yang berjudul; Pengaruh Budaya Organisasi, Perilaku Kepemimpinan dan Kepuasan Kerja terhadap Komitmen Organisasi Karyawan PT Pembangunan Perumahan (persero) dengan yudisium cum laude.

Setelah menjadi doktor, ia tetap menyanyi meski hanya untuk event-event tertentu. Jika seniman atau artis yang menanjak namanya banyak yang memilih terjun ke dunia politik, ia justru terpanggil dalam dunia pendidikan, hingga kemudian terpilih sebagai Duta Aksara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Pada momentum merayakan 40 tahun berkarya, Sundari mempersembahkan sebuah konser akbar bertajuk Senandung Keroncong Indonesia: Sundari Soekotjo 40 Tahun Berkarya, di Ciputra Artpreneur Theater, Jakarta Selatan, bertepatan dengan Hari Emansipasi Wanita atau Hari Kartini, 21 April 2016. Konser ini dimeriahkan oleh sejumlah penyanyi ternama seperti Rossa, Winky Wiryawan, Kunto Aji, Ikke Nurjanah, Didi Kempot, Dian Mita, Topan Tofano, dan lainnya.


Profil

Nama
Sundari Untinasih Soekotjo


Tempat / Tanggal Lahir
Jakarta / 14 April 1965


Ayah
Soekotjo Ronodihardjo


Pekerjaan Ayah
Tentara


Ibu
Herini


Suami/Istri
Capt. Arman Surjadi (pilot, bercerai),
Moerdiono (mantan menteri, meninggal 2011)


Anak
Putri Intan Permata (perempuan, penyanyi)



Diskografi
Rek Orek
Ela Elo
Jamur Ing Mangsa Ketiga
Jangan Kau Ulangi Lagi
Kebo Nyusu Gudel
Kudamba Cintamu Lagi
Keroncong: Suci Dalam Debu
Keroncong '90 (1990)
Keroncong: Kanda di Mana (1995)
Kangen
Keroncong Asli Sundari Soekotjo Vol. 1 (2002)
Album Emas Keroncong (2008)
Pop Keroncong (2009)
Keroncong Asli Sundari Soekotjo Vol. 2 (2010)
Keroncong In Jazzy Mood - Impian Semalam (2015)


Album
Keroncong Asli Sundari Soekotjo Vol. 1" (2002)

Lain-lain
1989 - Album soundtrack Semua Sayang Kamu lagu "Merindukan Mama" karya Wachid Adjie

Penghargaan
AMI Sharp Award ke-6 (2002)
Satya Lencana Kebudayaan, Kemenbudpar (2010)
Duta Aksara, Kementerian Pendidikan Nasional (2010)

1 komentar

Unknown mengatakan…
Sungguh saya sangat bangga dengan perjuang yang dilakukan ibu sundari soekotjo, untuk mencapa kesuksesan sebagai seorang penyanyi dan mengasuh seorang anak. Selamat semoga sehat selalu doa saya.