Diteriaki PM Malaysia, Akhirnya Jokowi Bersikap Soal Rohingya


LUGAS | Jakarta - Setelah "diteriaki" oleh PM Malaysia supaya Indonesia melalui Presiden Jokowi bersikap tegas soal genosida muslim Rohingya, akhirnya pada Minggu (3/9/2017) Presiden Jokowi menyatakan sikapnya.

Pada masa-masa lalu, Indonesia dengan powernya sebagai pemimpin Gerakan Non Blok dan ASEAN menjadi pionir dalam berbagai penyelesaian sengketa, konflik dan pelanggaran HAM berat seperti tirani mayoritas atas minoritas sebagaimana terjadi di Myanmar.

Seperti ketika dengan gagah berani Presiden Soeharto melakukan lawatan kenegaraan dalam rangka mencari upaya penyelesaian genosida muslim bosnia, pada 13 Maret 1995, padahal 2 hari sebelumnya pesawat PBB yang membawa rombongan utusan PBB Yashusi Akashi jatuh ditembak di zona perang itu.
Dibawah ini adalah petikan kutipan pidato Presiden Jokowi menyikapi perkembangan terakhir genosida bernuansa SARA terhadap minoritas muslim di Myanmar.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air.

Sehubungan dengan terjadinya aksi kekerasan dan krisis kemanusiaan di Rakhine State di Myanmar, dengan ini saya menyatakan:

1. Menyesalkan aksi kekerasan yang terjadi di Rakhine State, Myanmar.

2. Perlu sebuah aksi nyata, bukan hanya pernyataan kecaman-kecaman. Pemerintah berkomitmen  terus untuk membantu mengatasi krisis kemanusiaan, bersinergi dengan kekuatan masyarakat sipil di Indonesia dan juga masyarakat internasional. 

3. Saya telah menugaskan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia menjalin komunikasi intensif dengan berbagai pihak termasuk Sekretaris Jenderal PBB Bapak Antonio Guterres dan Komisi Penasihat Khusus Untuk Rakhine State, Bapak Kofi Annan.

4. Dan sore tadi Menteri Luar Negeri telah berangkat ke Myanmar, untuk meminta pemerintah Myanmar agar menghentikan dan mencegah kekerasan, agar memberikan perlindungan kepada semua warga termasuk muslim di Myanmar, dan agar memberikan akses bantuan kemanusiaan.

5. Untuk penanganan kemanusiaan aspek konflik tersebut, pemerintah telah mengirim bantuan makanan dan obat-obatan. Ini di bulan Januari dan Februari sebanyak 10 kontainer.

6. Pemerintah Indonesia juga telah membangun sekolah di Rakhine State dan segera akan membangun rumah sakit yang akan dimulai bulan Oktober yang akan datang di Rakhine State.

7. Indonesia juga telah menampung pengungsi dan memberikan bantuan yang terbaik.

8. Saya juga menugaskan Menteri Luar Negeri untuk terbang ke Dhaka, di Bangladesh, dalam rangka menyiapkan bantuan kemanusiaan yang diperlukan pengungsi-pengungsi yang berada di Bangladesh. Kita harapkan minggu ini kita akan mengirim lagi bantuan makanan dan obat-obatan.

9. Sekali lagi, kekerasan, krisis kemanusiaan ini, harus segera dihentikan!

Terima kasih

[L]
   
                                      

Tidak ada komentar