Pelaku Usaha di Pasar Kayuringin Jaya Jalani Vaksinasi Tahap I


LUGAS | Kota Bekasi - Para pelaku usaha  atau pedagang di pasar yang ada di Kelurahan Kayuringin Jaya seperti pasar poncol dan pasar bambu kuning, menerima vaksinasi Covid-19. Pada tahap pertama pelaksanaan vaksinasi, disiapkan kuota untuk 100 orang. Demikian dikatakan drg. Ariska Agustina, Kepala Puskesmas Perumnas II Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi di kantornya, Kamis (25 Maret 2021).

"Hari ini kami lakukan vaksinasi, disini tentunya.kami kerjasama dengan pemangku wilayah yang punya data yaitu pihak Kelurahan Kayuringin Jaya. Kami juga koordinasi dengan kordinator pasar  untuk bisa menggiring ke puskesmas sini untuk dilakukan vaksinasi covid-19 tahap satu atau suntikan pertama, nanti suntikan berikutnya dengan jeda waktu 28 hari dari suntikan pertama. Dan hari ini kuota untuk 100 orang," ujar dokter Ariska.  


drg. Ariska Agustina, Kepala Puskesmas Perumnas II Kayuringin Jaya Bekasi Selatan


Mengenai kuota, Puskesmas berkoordinasi dengan pihak kelurahan terlebih dahulu, dan pihak kelurahan menyampaikan ke koordinator pasar.

Pada Vaksinasi Tahap I atau suntikan pertama ini,  pasar bambu kuning mendapat kuota 33 orang, pasar poncol  33 orang dan selebihnya untuk para pelaku usaha di pasar kaki lima sehingga kuota tercapai 100 orang.

Untuk vaksin yang digunakan masih merk sinovac, dengan tipe multidose, sehingga berbeda dengan yang disuntikkan sebelumnya untuk tenaga kesehatan, yakni single dose.

"Single dose itu 1 botol 1 orang, multidose 1 botol 10 orang, manfaat sama, merek sama, isinya sama dan jeda waktu penyuntikan 28 hari," terang dokter Ariska.

Dalam pelaksanaan vaksinasi untuk para pelaku usaha di pasar ini, dilakukan dengan alur pelayanan yang terdiri dari 4 (empat) meja. Mulai dari meja pendaftaran dimana penerima vaksin menyerahkan KTP untuk dilakukan verifikasi data ke aplikasi, setelah itu ke meja skrining. 





"Skrining ini untuk mengecek kondisi orang tersebut seperti tensi suhu badan, terus riwayat penyakit kita tanyakan semua untuk memastikan orang ini layak divaksin atau tidak di hari tersebut," jelasnya.

Setelah lolos dari skrining, ada dokter dan perawat di meja ketiga atau meja vaksinator. Setelah disuntik, warga pindah ke meja 4 yaitu meja observasi sampai dia pulang.

"Di meja 4 ini diobservasi dulu 30 menit untuk melihat apakah ada efek samping dan sebagainya, setelah  observasi selesai dan tidak ada gejala, pasien bisa kita berikan sertifikat atau bukti bahwa dia sudah divaksin dan  boleh pulang," tutur dokter Ariska.

Atas pelaksanaan vaksinasi ini, pedagang buah di pasar bambu kuning merasa senang, seperti dituturkan Agus Sumarto, pedagang buah.

"Saya sangat senang dengan adanya vaksin ini. Alhamdulillah dengan vaksin ini mengurangi kekhawatiran akan tertularnya Covid-19. Masih ada yang ragu-ragu tentang vaksin ini, tapi kalau saya sangat yakin, saya meninggalkan jualan hari ini karena yakin, daripada kesananya akan khawatir terus," tuturnya.

Tak lupa Agus Sumarto juga mengimbau sesama pedagang untuk tidak ragu lagi dengan vaksinasi. 

"Ayo ikuti program vaksin ini. Harapan saya setelah vaksin ini pandemi berakhir dan perekonomian pulih kembali," ajak Agus Sumarto seraya  mengungkapkan harapannya.



Reporter: Agus Wiebowo
Editor: Mahar Prastowo

Tidak ada komentar