![]() |
LUGAS I BATAM - Sekretaris Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Dr. Sucipto, SH, MH, M.Kn membuka kegiatan “Peningkatan Tunas Integritas” kepada 85 ASN terpilih yang berlangsung di Swiss-Belhotel Harbour Bay, Batam pada Selasa, 21 Juni 2022..
Hal tersebut dapat terwujud apabila aparatur sipil negara (ASN) memiliki integritas yang tinggi kepada organisasinya. Untuk menumbuhkan integritas tersebut, DJKI mengadakan kegiatan “Peningkatan Tunas Integritas” kepada ASN terpilih yang ditetapkan karena keteladanan dan prestasinya.
“Tunas Integritas ini nanti bisa sejalan dengan reformasi birokrasi, karena mampu merevolusi mental aparatur dalam rangka membangun sistem integritas organisasi untuk pembentukan individu-individu pada jabatan strategis yang akan diberdayakan,” kata Sekretaris DJKI, Sucipto.
Menurut Sucipto, Tunas Integritas memiliki 6 (enam) peran. Pertama, sebagai katalisator perubahan yang menginisiasi perubahan pada unit kerjanya ke arah yang lebih baik, baik secara bertahap maupun signifikan.
Kedua, sebagai penggerak perubahan yang mendorong dan mengajak pegawai/pimpinan di unit kerjanya untuk berpartisipasi dalam melakukan perubahan menuju unit kerja yang lebih baik.
Dalam menjalankan perannya, Tunas Integritas melaksanakan sederet tugas, antara lain menginternalisasikan program manajemen perubahan pada seluruh pegawai di unit organisasi/kerjanya.
Tunas Integritas juga bertugas mengampanyekan perubahan pola pikir dan budaya kerja yang diwujudkan dengan peningkatan integritas dan kinerja birokrasi. Kemudian, mendorong dan membangun zona integritas di unit kerjanya menuju wilayah bebas dari korupsi dan wilayah birokrasi bersih dan melayani.
“Tunjukkan bahwa anda adalah agen perubahan yang menjadi contoh,” ucap Sucipto.
Ia juga menyampaikan bahwa Tunas Integritas harus memiliki rencana aksi. Di mana penyusunan rencana aksi harus sesuai dengan kebutuhan di unit kerja atau organisasi.
“Penyusunan rencana aksi Tunas Integritas harus memperhatikan prinsip-prinsip perencanaan yang baik, yaitu, spesifik, terukur, logis dan memiliki periode waktu yang jelas,” ungkapnya.
Diakhir sambutannya, Sucipto berharap Tunas Integritas DJKI tidak hanya memahami tugas, peran, dan tanggung jawabnya.
“Namun, juga mampu melaksanakan rencana aksi nyata penerapan nilai-nilai budaya kerja demi tercapainya kinerja organisasi yang PASTI (Profesional, Akuntabel, Sinergi Transparan dan Inovatif),” pungkasnya.
Dalam kegiatan “Peningkatan Tunas Integritas” yang berlangsung selama 4 (empat) hari ini para peserta diberikan penguatan materi oleh beberapa narasumber yang berkompeten diantaranya adalah Jaksa Utama Madya, Ranu Mihardja dan Inspektur Wilayah V Kemenkumham, Marasidin.
Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Kepulauan Riau, Saffar Muhammad Godam beserta jajarannya.
Penulis : Tri Joko/Adm
Editor : Tim Lugas News
