Sambut Ramadhan, Saung Awonk Gelar Doa, Dzikir dan Santunan





LUGAS | Kota Bekasi -  Menyambut bulan suci Ramadhan 1444 H, Jajaran ketua dan pengurus Saung Awonk menggelar dzkir, doa dan menyantuni anak yatim, bertempat di Saung Awonk yang beralamat di Yayasan TK AI Fatih, Jalan Cikunir Raya No. 20, RT. 004 RW 002, Kelurahan Jakamulya, kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (11/3/2023).

Carudi, Ketua Saung Awonk memberikan sambutan

Dzikir dan doa yang digelar juga dirangkai dengan kegiatan menyantuni anak yatim, yang langsung diberikan sendiri oleh Carudi sebagai ketua Saung Awonk dan Ustadz Triadi Hendrawan ST. Guru besar Saung Awonk.

"Tiada satu ucapanpun yang diucapkan melainkan ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir” (Q.S Qaf : 18).
Alhamdulillah, acara doa bersama dan dzikir berjalan lancar, santunan kepada anak yatim berjalan lancar dan penuh Khidmat.
Terimakasih kami haturkan untuk Semua donatur Saung Awonk yang selalu memberikan dengan keikhlasan," ungkap Carudi Ketua Saung Awong kepada media. 


Sebagaimana diketahui bahwa kegiatan santunan yang dilakukan Saung Awonk merupakan kegiatan rutin. Dalam rangkanya menyambut bukan suci Ramadhan 1444 H ini Saung Awonk menggelar santuan, terdapat 50 anak yang disantuni.

"Mereka mendapatkan santunan berupa uang tunai dan bingkisan, semoga bermanfaat," ujar Carudi. 


Dirinya mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian dari Saung Awonk serta sebagai bentuk keimanan dan rasa syukur atas rezeki yang diberikan oleh Allah SWT.

Sementara itu Ustadz Triadi Hendrawan ST. Guru besar Saung Awonk di hadapan anak- anak yatim yang memenuhi ruangan menjelaskan, bahwa kegiatan santunan anak yatim ini untuk meningkatkan keimanan dan memupuk tali silaturahmi.

"Kegiatan Dzikir dan santunan anak yatim, rutin dilakukan untuk meningkatkan keimanan dan memupuk tali silaturahmi, serta menumbuhkan semangat berbagi kepada sesama," kata Ustadz.

Menurutnya, masyarakat terutama kaum Kaya untuk bersedekah dan memahami kondisi sesama terutama kepada anak yatim. Sebab, kata dia kita tidak bisa hidup sendiri, makan sendiri. 

"Menjadi muslim tidak cukup dengan shalat namun juga harus diimbangi dengan infaq dan sedekah terutama memberi makan anak yatim jika tidak mau disebut sebagai pendusta agama," terang Ustadz Triadi.


Tampak hadir dalam kegiatan Dzikir, Doa bersama dan santunan, Carudi ketua Saung Awonk, Ustadz Triadi Hendrawan guru besar Saung Awonk, jajaran pengurus dan anggota Saung Awonk, Bacaleg PKB DPR RI Sudjatmiko, Baceleg PAN Endang Iskandar, Bacaleg partai Gerindra Andi Hidayat, Mitra Polri Pokdarkamtibmas subsektor 27 Jakamulya, ustadz Ahmad Zaelani Ketua LBM (lembaga Bahtsul Masail) Nahdlotul Ulama kota bekasi, Ustadz H. Saifullah Ketua Jakman bekasi Selatan, Ketua RW, ketua RT, para tokoh dan warga sekitar. 


Ustadz Ahmad Zaelani menyampaikan tausiah agama

Ahmad Zaelani dalam  ceramahnya menjelaskan masalah Tauhid, menurutnya Tauhid merupakan pondasi segala macam amal. Maka dari itu, kewajiban kita adalah untuk betul-betul memperhatikan tauhid dibandingkan seluruh permasalahan agama yang lain. Mempelajari tauhid bukan hanya sebatas teori, tapi harus praktik. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para seluruh nabi dan rasul berdakwah kepada tauhid dan tak pernah berhenti untuk menjelaskan tauhid dari awal dakwah sampai akhir dakwah. 
Bagi yang belum mengenal Saung Awonk nama itu sangatlah asing, di Saung Awonk inilah kegiatan Jam'Iyyah Ahli Thoriqoh Qodiriyyah Wanaqsyabandiyyah yang berisi kegiatan Dzikir, menangani pengobatan medis maupun non-medis hingga karir, info lebih lanjut ada di kanal YouTube Saung Awonk.






Tidak ada komentar