KPU Kota Bekasi Gelar Simulasi Pemungutan Suara dan Penghitungan Suara Pemilu 2024



LUGAS | Kota Bekasi - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi menggelar Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu Serentak, bertempat di Graha Wijaya Kusuma Bekasi Timur, Kota Bekasi, Kamis (8/2/2024). 

Kegiatan simulasi digelar dengan diikuti komisioner KPU provinsi Jawa Barat, komisioner KPU Kota Bekasi, KPPS dan warga sekitar.

Acara simulasi Pemilu dihadiri, OPD Kota Bekasi terkait dan perangkatnya, Forkopimcam, Kapolres atau yang mewakili, Dandim atau yang mewakili, Kesbangpol atau yang mewailkili, Ketua KPU Provinsi Jabar yang diwakili Adi Saputra anggota KPU Provinsi Jabar, Ketua KPU Kota Bekasi Ali Syaifa dan jajaran  serta anggota KPU, Ketua Bawaslu Kota Bekasi Vidya Nurul Fatia, Perwakilan Partai, PPS, KPPS, para Tokoh masyarakat dan warga masyarakat yang dilibatkan acara simulasi.

Kegiatan simulasi dilakukan guna memastikan kesiapan sekaligus memberikan gambaran kepada para panitia dalam menyelenggarakan pemungutan dan perhitungan suara di TPS pada pemilu 2024 nanti.

"Tujuannya kita ingin memberikan gambaran pelaksanaan pemungutan dan perhitungan suara dari awal proses hingga akhir,” kata Ketua KPU Kota Bekasi Ali Syaifa AS.

Lebih lanjut, Ali mengatakan bahwa dengan simulasi ini bisa menjadi informasi bersama bagi seluruh petugas KPPS yang akan bertugas di 7078 TPS di Kota Bekasi.

Dia berharap petugas nanti bisa memberikan layanan terbaik kepada para pemilih yang akan menggunakan hak suaranya di TPS. Dia juga berpesan agar seluruh panitia mampu mengadministrasikan hasil pelaksanaan pemungutan dan perhitungan suara.

Kualitas pelayanan ini harus dilatih dari sekarang, cara kita menyambut, mengarahkan, menerima sampai pemilih mau keluar kita arahkan jangan sampai pemilih ini dating ke TPS kita tidak layani dengan baik. Di sinilah kita praktekkan,” Ali menegaskan.
Selain pelayanan yang baik, kata Ali ukuran keberhasilan penyelenggara pemilu dilihat dari tingkat partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya kelak.

“Pemilih (tingkat partisipasi) di Kota Bekasi hanya mampu di angka 76.1 persen. Kita berharap partisipasi di Kota Bekasi mampu tembus di angka 80 persen, dengan cara sama-sama menyosialisasikan kepada masyarakat dengan terus menerus di sisa waktu ini,” Ali berharap.










Tidak ada komentar