LUGAS | Kota Bekasi - Film “Sayap-Sayap Patah 2”, sekuel dari film pertamanya yang populer, mengisahkan perjuangan anggota Polri dalam menghadapi ancaman terorisme dan dilema pribadi sebagai abdi negara sekaligus kepala keluarga. Film ini sarat dengan pengorbanan, keberanian, ketulusan, cinta tanah air, dan komitmen terhadap tugas.
Film Sayap-Sayap Patah yang ditayangkan di semua bioskop di Indonesia mampu menjadi tontonan menarik dan edukatif untuk masyarakat. Film tersebut menceritakan bagaimana bahaya aksi terorisme dan paham radikalisme bila terpapar pada masyarakat. Kita diajak untuk mengingat kembali aksi terorisme dan mau untuk melawan aksi tersebut.
Nonton bareng film sayap - sayap patah 2 dilakukan Polres Metro Bekasi Kota bersama Pokdarkamtibmas Bhayangkara.
Kegiatan nonton bareng (nobar) film “Sayap-Sayap Patah 2” di Bioskop Grand Galaxy Park, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, kamis (15/5/2025).
Dijelaskan Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, bahwa film tersebut memberikan pesan kuat tentang dedikasi, pengorbanan, dan pentingnya keseimbangan antara profesionalisme dalam tugas dan peran dalam keluarga.
"Film ini sangat menyentuh dan memberikan kita refleksi mendalam. Kisahnya menggambarkan perjuangan seorang anggota Polri yang harus membagi waktu dan perhatian antara pekerjaannya dan keluarga,” ujar Kapolres.
Ketua Pokdarkamtibmas Bhayangkara Resor Metro Bekasi Kota H.M Suyatno yang menghadiri acara nonton bareng film 'Sayap-Sayap Patah 2: mengatakan film itu mengingatkan pentingnya mencegah radikalisme.
"Sehingga di satu sisi kita selalu sadar, ingat tentang bahayanya paham ini, untuk sama-sama kita cegah, sama-sama kita lindungi lingkungan kita," kata H.M Suyatno.
H.M Suyatno Ketua Pokdarkamtibmas Bhayangkara Resor Metro Bekasi Kota hadir bersmaa jajaran pengurus Resor, Sektor maupun Subsektor.
Menurut H.M Suyatno, kegiatan ini bukan sekedar hiburan, namun juga sarana edukasi dan refleksi.
"Melalui film ini, masyarakat bisa memahami lebih dalam tentang bagaimana anggota Polri bertugas, sekaligus menjaga keharmonisan keluarga. Ini juga sebagai pengingat untuk bersama-sama membendung paham radikal dan terorisme sejak dari lingkungan terdekat," pungkas H.M Suyatno.
Menurut H.M Suyatno, kegiatan ini dapat menjadi jembatan untuk lebih mempererat sinergi antara polisi dan Pokdarkamtibmas Bhayangkara. (Agus W)
Tidak ada komentar