Dinkes Kota Pekanbaru Dorong Pemeriksaan Kesehatan Gratis Berbasis Komunitas

Kebid Kesmas Dinkes Kota Pekanbaru dr. Idawati, MKL


LUGAS | Pekanbaru – Pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru bersama Puskesmas Rumbai Bukit pada Kamis (4/9) di Saung Merah Putih Kelurahan Agrowisata Kecamatan Rumbai Barat Kota Pekanbaru Riau ini mendapat apresiasi dari masyarakat. Kegiatan ini disebut sebagai yang pertama kali dilaksanakan di tingkat komunitas di Pekanbaru, bahkan perdana di Provinsi Riau.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, dr. Indawati, MKL., menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan gratis tidak hanya menyasar komunitas, tetapi juga telah dilakukan di sekolah-sekolah, momen ulang tahun, serta momen khusus lainnya.

“Untuk komunitas, ini yang pertama kali kita laksanakan di Pekanbaru. Bahkan bisa dibilang perdana di Riau. Ke depan, kita akan menjadwalkan pemeriksaan serupa di berbagai wilayah, bekerja sama dengan Puskesmas setempat. Dinas Kesehatan siap memfasilitasi baik dari tenaga kesehatan, alat kesehatan, hingga kebutuhan teknis lainnya,” jelas dr. Indawati.

Ia menekankan bahwa program kesehatan berbasis komunitas ini menggunakan pendekatan bottom-up, yakni berawal dari kebutuhan masyarakat di tingkat bawah, kemudian diusulkan ke Puskesmas, hingga akhirnya difasilitasi oleh Dinas Kesehatan.

Terkait upaya menjaga kesehatan masyarakat, dr. Indawati menilai peran kader posyandu sangat penting sebagai ujung tombak promosi kesehatan di lapangan.

“Kader kesehatan di posyandu bukan hanya melayani balita, tetapi sudah mencakup seluruh siklus hidup, mulai dari ibu hamil, anak, remaja, hingga lansia. Mereka memberikan penyuluhan, promosi kesehatan, serta mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat,” paparnya.

Menurutnya, keberadaan kader membuat program kesehatan bisa langsung menyentuh masyarakat. Karena itu, Dinas Kesehatan memberikan apresiasi penuh kepada para kader yang konsisten berjuang di lapangan.

“Apapun program kesehatan, kader inilah yang menjadi ujung tombak. Dari posyandu, pesan-pesan kesehatan bisa langsung sampai ke masyarakat. Tanpa kader, program kesehatan sulit berjalan maksimal,” tegasnya.

Soal hambatan di lapangan, dr. Indawati mengakui setiap program tentu menghadapi tantangan. Namun, ia menegaskan hambatan bukan alasan untuk berhenti.

“Hambatan pasti ada, tapi tidak boleh menjadi penghalang. Semua kendala bisa diatasi jika ada komitmen bersama. Yang terpenting adalah tujuan kita tetap tercapai, yaitu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” pungkasnya.



0/Post a Comment/Comments

LUGAS 28th
Ads1
Ads1