LUGAS | Kota Bekasi - Hari Penglihatan Sedunia atau World Sight Day diperingati setiap hari Kamis pekan kedua bulan Oktober. Peringatan ini dicanangkan oleh World Health Organization (WHO) bersama International Agency for the Prevention of Blindness (IAPB) sebagai bentuk kepedulian global terhadap masalah gangguan penglihatan dan kebutaan yang masih tinggi di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Sebagai komitmen Gabungan Pengusaha Optik Indonesia (Gapopin) dalam meningkatkan pelayanan dan memberikan edukasi dalam rangka pengabdian masyarakat dalam bidang pendidikan, Gapopin Cabang Bekasi menggelar kegiatan bakti sosial berupa pemeriksaan mata dan pembagian kacamata gratis bagi siswa-siswi SMP Negeri 46 Kota Bekasi. Pengabdian masyarakat berupa pemeriksaan kesehatan mata dan pembagian kacamata gratis menjalankan program Gapoin pusat. Pelaksanaan bakti sosial berlangsung di SMP Negeri 46 Kota Bekasi. Di Jalan Pejuang, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (30/9/2025).
Ketua Panitia kegiatan, Kartono A.Md.RO., menjelaskan, pemeriksaan kesehatan mata dan pembagian kacamata dilakukan secara rutin. Kartono mengungkapkan bahwa organisasi yang menaungi pengusaha optik se-Indonesia ini selalu berupaya memberikan kontribusi positif kepada masyarakat.
Meski pihaknya sudah lama menggelar pemeriksaan mata secara rutin di permukiman warga, tempat usaha, sekolah, perkantoran dan sebagainya, Gapopin ingin kedepannya banyak kegiatan sosial kemasyarakatan serupa yang digelar dalam rangka menjaga kesehatan mata.
"Acara yang diselengarakan hari ini selain sebagai program pengabdian masyarakat juga dalam rangka menyambut hari Penglihatan Sedunia atau World Sight Day (WSD) tahun ini yang akan dilaksanakan minggu kedua di bulan Oktober. Tujuan acara hari ini kami memberikan edukasi kepada mereka supaya ketika mengalami gangguan pada mata, periksakan ke dokter spesialis mata atau optik-optik yang berizin dari instansi terkait,” tutur Kartono.
Wiwik Purwanti, S.Pd Kepala Sekolah SMP Negeri 46 Kota Bekasi, menyampaikan apresiasi dan harapannya atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap kesehatan mata anak-anak usia sekolah. Menurut Wiwik, kegiatan ini bukan hanya membantu secara langsung anak-anak yang mengalami gangguan penglihatan, tetapi juga menjadi bagian penting dari upaya peningkatan kualitas pendidikan.
"Kami sangat bersyukur dan mengapresiasi program ini. Harapan kami, melalui pemeriksaan kesehatan mata dan pembagian kacamata gratis ini, anak-anak yang sebelumnya mengalami kesulitan dalam melihat tulisan di papan atau membaca buku kini bisa belajar dengan lebih nyaman dan maksimal," ujarnya.
Sementara itu, Junaedi, Amd.RO Ketua Gabungan Pengusaha Optik Indonesia (Gapopin) Cabang Bekasi menjelaskan, bahwa Gapopin sebagai wadah pengusaha optik resmi, menjadi mitra penting dalam memastikan produk optik yang beredar di masyarakat terjamin kualitasnya.
“Perbedaan toko resmi dengan yang tidak resmi dapat dilihat dari keanggotaannya di Gapopin,” jelasnya.
Junaedi juga menjelaskan bahwa proses pemberian kacamata diawali dengan screening kesehatan mata pelajar, kemudian hasilnya dikirim ke laboratorium Gapopin untuk diproduksi lensa sesuai ukuran. “Setelah lensa selesai, dikirim kembali untuk dirakit menjadi kacamata yang dibagikan kepada pelajar,” terangnya.
Sebagaimana diketahui, bahwa Gapopin dalam kegiatan bakti sosial sudah berlangsung lama. Gapopin hadir langsung di tengah-tengah masyarakat, menyasar lingkungan sekolah, pesantren hingga fasilitas umum. Pemeriksaan mata dilakukan secara gratis, serta dilengkapi dengan pembagian kacamata serta edukasi kesehatan mata. Masyarakat yang mengikuti pun berasal dari berbagai latar belakang dan usia yang beragam, mulai dari anak-anak hingga lansia.
Sebelumya di jelaskan oleh Dadang Romansyah A.Md.RO., pengurus Gapopin Cabang Bekasi yang menjelaskan tentang refraksi mata dihadapan pelajar dan guru SMP 46 Kota Bekasi.
Kelainan refraksi adalah gangguan pada mata untuk beradaptasi dengan objek dan cahaya. Akibatnya, penglihatan pun menjadi buram, baik dalam jarak dekat maupun jauh.
"Kelainan refraksi merupakan gangguan penglihatan yang sangat umum terjadi dan tidak boleh diremehkan. Jika dibiarkan sampai parah, kondisi ini dapat menyebabkan penderitanya kesulitan untuk melihat sehingga tidak bisa beraktivitas," kata Dadang.
Pada kesempatan itu Dadang juga menjelaskan Bahwa Profesi optomertis yaìtu tenaga kesehatan yang melayani pemeriksaan kelainan refraksi mata, keberadaan tenaga kesehatan optometris tersebut blm bayak di kenal masyarakat .
"Untuk itu dengan memberikan pengabdian masyarat dengan menyelengarakan pelayanan pemeriksaan mata secara gratis dan pembagian kacamatanya gratis semoga masyarakat lebih dekat dan mengenal lagi dengan tenaga kesehatan optometris. Tenaga kerja optometris yang bisa kita temui di Rumah sakit, di klinik mata dan di optik- optik yang sudah berizin. Pada kesempatan ini saya juga berharap bagi yang mau periksa mata di anjurkan ke optik yang sudah berizin yang sudah ada praktek optometrisnya, hal ini supaya hasil koreksi pemeriksaanya bisa di pertanggung jawabkan dan hasilnya nyaman dan optimal," jelas Dadang.
Siswa SMP Negeri 46 Raisya Ananda Putri (9.5) dan Dewi Novianti (9.5) menyampaikan ucapan terimakasih kepada Gapopin.
"Terima kasih atas pemeriksaan mata dan bantuan kacamata gratisnya. Kami sangat berterima kasih kepada Gapoin Cabang Bekasi. Saya sangat bersyukur atas pemeriksaan dan bantuan kacamata gratis ini. Semoga Gapopin dapat terus membantu lebih banyak orang lain," pungkasnya. (Agus W).