Menurutnya, organisasi kemasyarakatan dapat menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam menyebarkan informasi kesehatan hingga ke lapisan masyarakat yang lebih luas.
“Kami sebagai organisasi bisa mempromosikan, mengingatkan, sekaligus mengajak masyarakat untuk hidup lebih sehat. Apalagi di tengah tantangan perubahan iklim dan rendahnya kesadaran sebagian masyarakat, peran komunitas sangat dibutuhkan,” ujarnya.
Niskan menyoroti adanya fenomena sebagian masyarakat yang enggan melakukan pemeriksaan kesehatan karena khawatir mengetahui hasilnya.
“Ada yang takut ketika tahu kondisi kesehatannya kurang baik, padahal justru itu menjadi PR yang harus segera diselesaikan. Dengan pendekatan komunitas, rasa takut itu bisa dikurangi melalui edukasi dan pendampingan,” tambahnya.
Ia menjelaskan bahwa LDII memiliki delapan klaster program unggulan untuk bangsa, salah satunya di bidang kesehatan. Karena itu, LDII secara penuh mendukung kegiatan layanan kesehatan gratis berbasis komunitas.
“Hari ini LDII bersinergi dengan Dinas Kesehatan dan RRI dalam menyukseskan acara dialog keluarga sekaligus pelayanan kesehatan gratis. Ini wujud komitmen kami dalam membantu pemerintah menciptakan masyarakat yang sehat,” tutup Niskan.
Dengan kolaborasi berbagai pihak, Niskan berharap program kesehatan berbasis komunitas dapat terus diperluas dan menjadi budaya sehat yang mengakar di masyarakat.

