Awaldi menyebut keberhasilan Proklim Agrowisata hingga meraih predikat Juara Nasional Utama pada Oktober 2023 tidak lepas dari kerja keras kader, kelompok wanita tani, kelompok masyarakat peduli api, nelayan andalan, serta dukungan organisasi keagamaan seperti Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII).
“Tempat ini bukan hanya ruang hijau, tetapi juga ruang kebersamaan. Hari ini kita jadikan momentum untuk menghadirkan cek kesehatan gratis. Kolaborasi ini lahir dari komunikasi lintas sektor—ada pak camat, pak lurah, akademisi, hingga organisasi masyarakat. Intinya, semua bergandeng tangan demi masyarakat sehat dan kuat untuk generasi ke depan,” ujarnya.
Menurut Awaldi, setiap program tentu membutuhkan biaya, tetapi semangat gotong royong membuat semuanya lebih ringan. Masing-masing pihak mengambil peran sesuai kapasitas, mulai dari pemerintah kelurahan dan kecamatan, LDII, Proklim, hingga KTNA. Bahkan, kegiatan ini juga didukung pembagian paket sembako gratis dan dukungan logistik lainnya.
“Kegiatan ini adalah wujud nyata kolaborasi. Ada Senkom yang membantu parkir dan keamanan, ada media yang meliput, ada mahasiswa, KNPI, LPM, semuanya ikut berkontribusi. Kalau niatnya tulus karena Allah, insyaAllah langkah kita akan diberkahi,” tambahnya.
Awaldi juga berharap kegiatan berbasis komunitas seperti ini dapat diperluas ke wilayah lain, sehingga manfaatnya semakin terasa luas.
“Pak Wawan sudah memberikan prioritas untuk mengembangkan model seperti ini ke komunitas lain. Semakin banyak pihak yang terlibat, semakin cepat percepatan program menuju masyarakat sehat dan lingkungan lestari,” jelasnya.
Ia menutup dengan apresiasi kepada Tabloid LUGAS dan RRI yang selama ini mendukung dan siap menyiarkan program-program positif masyarakat.
“Media adalah bagian penting dari percepatan. Dengan publikasi, semangat kolaborasi ini bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain,” tutup Awaldi.

