Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, H. Zulhelmi Arifin, yang mengapresiasi konsistensi LDII dalam pembinaan generasi muda.
Dalam sambutannya, Zulhelmi menilai perkemahan ini sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam mencetak pemuda tangguh, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan hidup. Menurutnya, sinergi pemerintah dan organisasi kemasyarakatan menjadi kunci dalam membangun sumber daya manusia (SDM) unggul di Kota Pekanbaru.
“Pembinaan generasi muda tidak bisa hanya dilakukan pemerintah. Kolaborasi dengan ormas seperti LDII sangat strategis untuk membentuk karakter pemuda yang kuat, produktif, dan berintegritas,” ujar Ami sapan akrabnya.
Kawah Candradimuka Pemuda Profesional Religius
Ketua PC LDII Rumbai Barat, Mhd. Arief Hasan, menjelaskan bahwa Kemping Cinta Alam Indonesia dirancang sebagai program pembinaan karakter berjenjang. Ia menyebut kegiatan ini menanamkan tiga pilar utama pembentukan generasi muda LDII, yakni berakhlakul karimah, alim fakih, dan mandiri.
“Target akhir pembinaan adalah melahirkan pemuda profesional religius, yakni generasi yang memiliki kompetensi, integritas moral, dan kemandirian sosial-ekonomi,” jelas Arief.
Ia menambahkan bahwa program pembinaan kepemudaan LDII dilaksanakan secara terstruktur dari tingkat pusat hingga daerah, termasuk melalui kegiatan kepramukaan, pendidikan karakter, kepemimpinan, dan kepedulian sosial.
Dipusatkan di Kampung Bebas Asap Rokok
Kegiatan kemping ini dipusatkan di Kampung Bebas Asap Rokok RT 05 RW 05 Kelurahan Agrowisata, yang menjadi simbol komitmen pembinaan pemuda terhadap pola hidup sehat dan ramah lingkungan. Selama kegiatan, peserta mengikuti materi kepemimpinan, keagamaan, kerja tim, serta edukasi lingkungan.
LDII Pekanbaru berharap Kemping Cinta Alam Indonesia tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi menjadi kawah candradimuka generasi emas yang sehat, cerdas, religius, dan berdaya saing global.
“Pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan. Melalui pembinaan terarah seperti ini, kami ingin mencetak generasi yang siap berkarya dan berkontribusi nyata di tengah masyarakat,” tutup Arief.
Catatan Redaksi
Kemping Cinta Alam Indonesia mencerminkan tren baru pembinaan pemuda berbasis nilai religius, kepemimpinan, dan lingkungan. Model pembinaan ini relevan dengan tantangan generasi muda saat ini: krisis karakter, degradasi lingkungan, dan kebutuhan kompetensi profesional. Kolaborasi ormas dan pemerintah seperti ini dinilai strategis untuk menyiapkan bonus demografi Indonesia menuju generasi emas 2045.
