LUGAS | Bogor — Nasihat untuk selalu mengingat Allah dan menjadikan ilmu sebagai cahaya kehidupan menjadi pokok pembahasan dalam pengajian yang berlangsung di Masjid Baitul Kabir, Gunung Putri, Bogor, Minggu (15/11/2025). Ratusan jamaah memadati masjid sejak pagi untuk menyimak kajian Al Qur’an dan Hadits yang disampaikan secara ilmiah dan populer.
Ustadz H. Ujang Maulana Yusuf dalam kajian Al Qur’an mengupas Surah Thaha ayat 125–129. Menurutnya, ayat-ayat tersebut merupakan peringatan tegas agar seorang hamba tidak berpaling dari mengingat Allah.
“Jika hati lalai dari Allah, kehidupan menjadi sempit. Dan di hari kebangkitan, mereka datang sebagai orang yang buta,” tuturnya.
Pesan itu diperkuat dalam kajian hadits yang dibawakan Ustadz H. Daruki. Ia mengutip riwayat dari Kitabul Muqaddimah karya Ibnu Majah tentang keutamaan menuntut ilmu.
“Allah mudahkan jalan menuju surga bagi siapa saja yang bersungguh-sungguh mencari ilmu,” ujarnya.
Pengajian ini merupakan bagian dari program pembinaan umat yang digelar Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) melalui PC LDII Gunung Putri dan PC LDII Citeureup. Sekitar 600 warga LDII dan simpatisan dari dua kecamatan hadir mengikuti kegiatan tersebut.
H. Jumanto, Pengurus Hubungan Antar Lembaga LDII Citeureup, menegaskan bahwa LDII berkomitmen membina umat agar menjadi pribadi profesional religius—kuat dalam kompetensi sekaligus kokoh dalam iman.
“Ilmu dunia dan akhirat harus berjalan beriringan karena keduanya adalah bekal menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.
Selain itu, H. Danang Santosa memberikan pesan khusus bagi generasi muda. Ia mendorong orang tua mengarahkan anak-anak menempuh pendidikan di sekolah dan pesantren yang telah dibina LDII, termasuk Sekolah Generus Mandiri dan Ponpes Darul ‘Ilmi Gunung Putri.
“Kita ingin melahirkan generasi Qur’ani yang sukses dunia dan akhirat,” kata Danang.
Pengamanan acara turut didukung Senkom Mitra Polri wilayah Gunung Putri dan Citeureup. Di bawah koordinasi Iskak BS selaku Wakil Ketua Senkom Kabupaten Bogor, jalannya pengajian berlangsung tertib dan kondusif hingga selesai.
Suasana masjid yang khusyuk dan antusiasme jamaah menjadi penanda kuatnya semangat umat untuk terus belajar dan memperbaiki diri. Kegiatan ditutup dengan doa bersama agar ilmu yang diperoleh menjadi amalan yang mengantarkan pada keselamatan dunia dan akhirat.
Laporan: Jumanto | Editor: Mahar Prastowo
