LUGAS | BANJARNEGARA — Upaya penyelamatan korban longsor besar di Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, memasuki hari keempat dengan dinamika yang masih berlangsung intens. Material tanah setebal beberapa meter yang menimbun rumah warga membuat proses pencarian berlangsung dramatis. Hingga Kamis (20/11/2025), laporan resmi mencatat tiga korban meninggal dunia, satu luka-luka, dan 25 warga lainnya belum ditemukan.
Di tengah situasi genting tersebut, Senkom Mitra Polri Jawa Tengah ikut memperkuat barisan tim gabungan dengan mengerahkan 35 personel terlatih dari empat kabupaten: Pekalongan, Wonosobo, Purbalingga, dan Banjarnegara. Mereka turun langsung ke titik-titik kritis di sekitar tebing rawan runtuh dan perkampungan yang tertimbun.
Dampak Bencana: 934 Pengungsi dan Kerugian Rp 32 Miliar
Kabid Kedaruratan BPBD Jawa Tengah, Chomsul, melaporkan bahwa upaya pencarian masih menjadi fokus utama mengingat banyaknya warga yang hilang.
“Sejak pagi kami bergerak menyisir wilayah terdampak. Hingga saat ini, 25 warga belum ditemukan. Cuaca yang berubah cepat menjadi tantangan terbesar di lapangan,” jelasnya.
BPBD juga merinci dampak kerusakan sebagai berikut :
934 warga mengungsi dari 335 KK
Komposisi pengungsi: 454 laki-laki dan 480 perempuan
182 rumah rusak (128 rusak ringan, 54 rusak berat)
Kerusakan infrastruktur mencakup ;
Jalan sepanjang 800 meter
Irigasi 670 meter
Satu bendung rusak
Satu masjid rusak berat dan dua mushala terancam
Kerugian ternak: 5 sapi dan 125 kambing
Kerusakan 14 warung dan area pertanian warga
Total kerugian ditaksir mencapai Rp 32,33 miliar
Kebutuhan mendesak saat ini antara lain perlengkapan bayi, peralatan sanitasi, makanan anak, regulator gas, APD untuk petugas, hingga layanan dukungan psikososial untuk keluarga korban hilang.
Senkom: Hadir untuk Menguatkan, Bekerja untuk Kemanusiaan
Ketua Senkom Jawa Tengah, H. Guntur Rivanto, S.T., M.T., mengungkapkan bahwa operasi bantuan kali ini berada dalam skema Bawah Kendali Operasi (BKO), memastikan seluruh personel terintegrasi dengan komando utama SAR.
“Kami menurunkan 35 relawan yang telah memiliki kompetensi rescue. Tugas mereka tidak hanya mencari korban, tetapi juga mengamankan area serta membantu pengungsian,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa setiap relawan membawa nilai karakter yang selalu dijunjung Senkom: kepedulian, tanggung jawab, kerukunan, dan kerja sama.
“Harapannya, kehadiran kami dapat memberikan tenaga tambahan, sekaligus menjadi penguat bagi warga yang terdampak.”
Dukungan Nasional: 521 Personel Dikerahkan
Operasi di Pandanarum menjadi salah satu operasi terbesar di Jateng tahun ini. Tercatat 521 personel dari berbagai unsur turun langsung, meliputi :
BNPB & BPBD
TNI–Polri
PMI
Tenaga medis
TRC dan potensi SAR
Ormas serta relawan lintas daerah
Senkom SAR
Unsur masyarakat setempat
Mereka bekerja tanpa henti, mulai dari pencarian korban, layanan kesehatan, dukungan psikososial, hingga operasional dapur umum yang berjalan sepanjang hari.
Ketua Departemen PBSAR Senkom Mitra Polri Pusat, Edi Ermawan, menyampaikan apresiasi terhadap relawan Senkom di daerah.
“Koordinasi di lapangan berjalan baik. Fokus kami tetap pada penyelamatan dan pemulihan. Semua relawan kami tekankan bekerja sesuai SOP dan tetap mengutamakan keselamatan,” tegasnya.
Potret Lapangan: Senkom di SD Negeri 1 Pandanarum
Dokumentasi lapangan memperlihatkan relawan Senkom dengan seragam oranye dan helm keselamatan berada di halaman SD Negeri 1 Pandanarum, salah satu pos koordinasi SAR. Mereka terlihat mempersiapkan peralatan rescue, berkoordinasi dengan tim gabungan, serta memetakan zona rawan untuk penyisiran lanjutan.
Harapan di Tengah Duka
Meskipun situasi masih penuh ketidakpastian, semangat tim gabungan tidak surut. Prioritas utama tetap menemukan 25 warga yang masih hilang, memastikan ribuan pengungsi aman, serta memulihkan infrastruktur dasar yang penting bagi kehidupan warga.
Operasi pencarian dipastikan akan terus dilakukan hingga seluruh titik dinyatakan aman dan seluruh korban berhasil ditemukan (Ghoni)