Pekerja Trans Jakarta Desak Keadilan bagi Korban Pelecehan dan Tuntut Perbaikan Upah



LUGAS | Jakarta — Ratusan pekerja yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) menggelar aksi damai di depan kantor pusat PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) pada Rabu siang. Mereka menuntut perusahaan menegakkan keadilan bagi pekerja perempuan yang menjadi korban dugaan pelecehan seksual serta memperbaiki sejumlah kebijakan ketenagakerjaan.

Aksi tersebut berlangsung tertib dengan membawa poster dan spanduk bertuliskan seruan dukungan kepada korban dan “Hentikan Kekerasan Seksual di Tempat Kerja.”
Massa aksi juga menyanyikan lagu perjuangan Solidarity Forever untuk membangkitkan semangat solidaritas sesama buruh.


Tiga Pegawai Diduga Jadi Korban Pelecehan

Menurut informasi sebelumnya, terdapat tiga pegawai PT Transjakarta yang diduga menjadi korban pelecehan seksual. Peristiwa tersebut diduga melibatkan atasan korban dan telah dilaporkan ke pihak perusahaan serta Dinas Tenaga Kerja.

Kasus itu kemudian memicu gelombang reaksi dari kalangan pekerja, termasuk seruan dari FSPMI agar perusahaan lebih tegas dalam menjalankan sistem perlindungan terhadap pekerja, khususnya perempuan.

“Kawan-kawan, ini bukan kasus pertama. Kejadiannya berulang, dan itu artinya perlindungan bagi pekerja perempuan belum berjalan. (Korban Z, red) adalah simbol perjuangan kita semua,” ujar Syawal, salah satu orator dalam aksi tersebut.


Tuntutan Enam Poin Buruh Transjakarta

Dalam pernyataan resminya, FSPMI menyampaikan enam tuntutan utama kepada manajemen PT Transjakarta, yakni:
  1. Menegakkan hukum bagi pelaku pelecehan seksual sesuai Pasal 64 huruf (g) dan (h) Perjanjian Kerja Bersama (PKB).
  2. Menjalankan anjuran Dinas Tenaga Kerja DKI Jakarta terkait kelebihan jam kerja.
  3. Menyerahkan berkas PKWT kepada serikat pekerja sebagaimana instruksi Kadishub.
  4. Menerapkan struktur dan skala upah sesuai Pasal 38 PKB.
  5. Meningkatkan penghargaan karya bakti dari 1 gram menjadi 5–10 gram emas.
  6. Menolak kebijakan pensiun dini sebesar 1,75 persen tanpa perundingan.

Orator Syawal menilai, permasalahan yang dihadapi pekerja bukan sekadar soal nominal gaji, tetapi juga menyangkut martabat dan keadilan di tempat kerja.

“Perusahaan sebesar ini masih memperdebatkan struktur upah. Itu memalukan! Kami tidak minta belas kasihan, kami minta keadilan,” tegas salah satu orator.




Aksi sebagai Ruang Dialog Sosial

Meski membawa berbagai tuntutan, massa menegaskan bahwa aksi ini bukan bentuk konfrontasi, melainkan upaya membuka ruang dialog sosial.

“Aksi bukan tujuan kita, hanya alat untuk menyampaikan aspirasi. Kita tetap membuka ruang dialog antara pekerja dan manajemen untuk mencari solusi yang adil,” ujar Syawal.

Para peserta aksi kemudian duduk bersama mendengarkan orasi dari sejumlah perwakilan serikat, termasuk FSPMI sektor otomotif dan transportasi, hingga perwakilan dari pekerja Transjakarta cabang lain.


Dukungan untuk Perempuan dan Solidaritas Lintas Gender

Dalam kesempatan yang sama, beberapa orator perempuan juga menyampaikan apresiasi kepada para pekerja laki-laki yang turut berdiri mendukung perjuangan perempuan.

“Terima kasih kepada para laki-laki yang hari ini berdiri bersama perempuan. Karena perjuangan ini bukan milik satu gender. Laki-laki tersakiti bersama perempuan ketika ketidakadilan terjadi."


Aksi diakhiri dengan seruan solidaritas:
“Women support women! Hidup buruh! Hidup pekerja perempuan! Hidup Marsinah!”

Kapolsek Makasar Kompol Sumardi mengawal aksi demo di samping mobil komando yang digunakan massa aksi.


Aksi berlangsung damai dengan pengamanan humanis Kapolsek Makasar Kompol Sumardi beserta jajaran sebanyak 50 personil, Kasipem kelurahan Kebon Pala Fandina Muharditya beserta tim FKDM, ketua RW 05 dan LMK, Babinsa, dan pengamanan internal Trans Jakarta. Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Transjakarta belum memberikan keterangan resmi terbaru terkait tuntutan buruh. Namun, sebelumnya perusahaan menyatakan akan membuka ruang dialog dan menindaklanjuti laporan dugaan pelecehan yang terjadi.

[mp]

0/Post a Comment/Comments

LUGAS 28th
Ads1
Ads1