AZ pertama kali ditemukan oleh petugas parkir masjid sekitar pukul 15.15 WIB. Ia duduk sendirian sambil menangis dan tidak merespons saat diajak berbicara. Melihat kondisi tersebut, petugas parkir kemudian melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Prambanan pada pukul 17.15 WIB.
“Dari sekitar pukul 15.00 sampai Kapolsek Prambanan datang, anak tersebut belum mau bicara dan baru bisa dibujuk setelah diberi kertas untuk menulis identitas dan alamat rumahnya,” ungkap Yusuf, petugas parkir masjid.
Menerima laporan tersebut, Kapolsek Prambanan AKP Nyoto bersama KA SPK dan dua anggota piket segera mendatangi lokasi. Sesampainya di TKP, polisi mendapati remaja tersebut masih tidak mampu berkomunikasi secara verbal dan diduga dalam kondisi syok.
Dengan pendekatan secara humanis, aparat kemudian memberikan kertas dan alat tulis kepada AZ agar dirinya dapat menuliskan identitas. Upaya tersebut berhasil, AZ kemudian menuliskan nama lengkap dan alamat rumahnya yang berada di Jetis, Kecamatan Kalikotes, Kabupaten Klaten.
“Anak ini semula tidak mau bicara sama sekali. Dengan pendekatan perlahan, ia akhirnya menulis identitasnya dan kami bisa segera mengantarkannya pulang,” ujar AKP Nyoto.
Setelah identitas terverifikasi, personel Polsek Prambanan segera mengantar AZ kembali ke rumah orang tuanya. Polisi memastikan remaja tersebut diterima dalam keadaan sehat dan aman. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau unsur tindak kriminal dalam kasus ini.
Menurut dugaan sementara, AZ mengalami kebingungan dan kelelahan setelah berjalan jauh dari Yogyakarta menuju Klaten.
AKP Nyoto menegaskan, langkah yang diambil pihaknya sesuai prosedur kepolisian. “Kami bersyukur anak ini bisa segera kembali ke keluarganya. Pelayanan seperti ini adalah komitmen kami terhadap masyarakat,” tegasnya.
Dengan penanganan cepat dan tepat, keluarga pun menyampaikan rasa terima kasih kepada jajaran Polsek Prambanan atas perhatian dan bantuan yang diberikan.