Satpam Hotel di Pekanbaru Nyaris Jadi Korban Arogansi Pengawal Iring-iringan Jenazah

 

Gambar hanya ilustrasi 

Perlu Penertiban Pengawalan Jalan oleh Aparat Terkait

LUGAS | PEKANBARU — Seorang satpam hotel di kawasan Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru, nyaris menjadi korban kecelakaan lalu lintas akibat tindakan salah satu pengawal iring-iringan mobil jenazah yang diduga bertindak arogan. Peristiwa ini terjadi pada Minggu, 16 November 2025, sekitar pukul 15.25 WIB.

Menurut keterangan korban, ia tengah bertugas membantu kendaraan tamu yang keluar dari area hotel. Saat melihat konvoi jenazah melintas, ia memilih berhenti dan memberikan jalan sebagai bentuk penghormatan serta demi keselamatan arus kendaraan.

Namun, pengawal iring-iringan yang menggunakan sepeda motor justru melaju dengan cara yang dinilai membahayakan. Hali itu dilakukan oleh lebih dari satu orang. Pengawal tersebut disebut mengarah ke posisi satpam dengan kecepatan tinggi dan gestur agresif, sehingga hampir menabraknya.

“Saya sudah berhenti dan tidak menghalangi jalan. Tapi cara pengawal itu membawa motor sangat berbahaya dan terkesan arogan,” ujarnya kepada media.

Sorotan terhadap Pengawalan Jalan Tanpa Prosedur Resmi

Peristiwa ini memunculkan kembali keluhan masyarakat mengenai pengawal iring-iringan jenazah atau ambulans yang kerap bertindak seolah memiliki kewenangan khusus di jalan raya. Padahal, sesuai aturan yang berlaku, hanya aparat berwenang seperti Polisi Lalu Lintas yang dapat melakukan pengamanan dan pengawalan resmi.

Penggunaan jasa pengawal tidak resmi berpotensi menimbulkan kecelakaan hingga konflik di jalan. Pengawalan yang dilakukan tanpa pelatihan, tanpa SOP, dan tanpa pengaturan resmi dapat membahayakan pengguna jalan lain serta merusak suasana duka dari keluarga almarhum.

Harapan Penertiban dari Instansi Terkait

Korban berharap aparat terkait—khususnya Dinas Perhubungan dan Satuan Lalu Lintas Polresta Pekanbaru—dapat menertibkan praktik pengawalan ilegal yang berpotensi membahayakan masyarakat.

Penertiban dianggap penting karena:

* Pengawal tidak resmi tidak memiliki kewenangan menghentikan atau mengatur lalu lintas

* Sikap agresif dan intimidatif dapat memicu kecelakaan

* Pengawalan yang tidak proporsional menciderai etika, terlebih dalam suasana duka

* Jalan raya adalah fasilitas publik yang harus dijaga keselamatan dan keteraturannya

Keselamatan Publik Harus Menjadi Prioritas

Majalah Mitra Polri mengingatkan bahwa penanganan iring-iringan jenazah seharusnya dilakukan dengan penuh empati, tertib, dan mengutamakan keselamatan semua pengguna jalan. Pengawalan tanpa standar justru membuka risiko baru di lapangan.

Peristiwa ini diharapkan menjadi perhatian serius bagi seluruh pihak, agar kejadian serupa tidak berulang dan keselamatan publik tetap terjaga.



0/Post a Comment/Comments

LUGAS 28th
Ads1
Ads1