LUGAS | Kota Bekasi - Dinas Pendidikan Kota Bekasi mengucapkan terima kasih kepada Gabungan Pengusaha Optik Indonesia atau Gapopin cabang Bekasi atas penyediaan kacamata gratis kepada siswa SMP. Pembagian Kacamata gratis bertempat di SMP Negeri 46 Kota Bekasi. Di Jalan Pejuang, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (12/10/2025).
H. Agus Enap Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Bekasi mengapresiasi Gapopin karena telah secara langsung terlibat mendukung kesehatan pelajar, terutama kesehatan mata.
Selain melakukan pemeriksaan dan penyuluhan mata yang sudah dilaksanakan di tanggal 30 September 2025, mereka juga membagikan kacamata secara gratis. Kegiatan Gapopin ini tidak hanya membantu kesehatan mata tetapi juga meningkatkan mutu pendidikan.
"Dinas Pendidikan Kota Bekasi sangat berterima kasih atas aksi sosial Gapopin yang membantu anak-anak kita belajar lebih baik tanpa mengganggu penglihatan mereka," tutur Agus.
Ia menekankan betapa pentingnya menjaga kesehatan mata, terutama bagi siswa, dan mengatakan bahwa siswa dengan gangguan penglihatan akan merasa lebih fokus saat belajar di sekolah.
"Aksi ini sangat membantu. Semoga program serupa dapat terus berlanjut, dan sukses selalu untuk Gapopin," ujarnya.
Junaedi, Amd.RO Ketua Gabungan Pengusaha Optik Indonesia (Gapopin) Cabang Bekasi menjelaskan, bahwa Gapopin sebagai wadah pengusaha optik resmi, menjadi mitra penting dalam memastikan produk optik yang beredar di masyarakat terjamin kualitasnya.
"Dari 1959 sudah berdiri. Kami adalah Asosiasi gabungan pengusaha. Kami sendiri wilayah kerja di bekasi. Kami diawasi dan diatur oleh dinas Dinas Kesehatan, baik di tingkat kabupaten/kota maupun pusat, bertanggung jawab dalam memberikan izin dan memastikan optik mematuhi standar pelayanan kesehatan yang berlaku. Lingkup kerja kami adalah optik yang merupakan Fasyankes yang merupakan Fasilitas pelayan kesehata bidang Penyakit tidak menular (PTM)," jelasnya.
Junaedi juga menjelaskan bahwa proses pemberian kacamata diawali dengan screening kesehatan mata pelajar, kemudian hasilnya dikirim ke laboratorium Gapopin untuk diproduksi lensa sesuai ukuran. “Setelah lensa selesai, dikirim kembali untuk dirakit menjadi kacamata yang dibagikan kepada pelajar,” terangnya.
Sebagaimana diketahui, bahwa Gapopin dalam kegiatan bakti sosial sudah berlangsung lama. Gapopin hadir langsung di tengah-tengah masyarakat, menyasar lingkungan sekolah, pesantren hingga fasilitas umum. Pemeriksaan mata dilakukan secara gratis, serta dilengkapi dengan pembagian kacamata serta edukasi kesehatan mata. Masyarakat yang mengikuti pun berasal dari berbagai latar belakang dan usia yang beragam, mulai dari anak-anak hingga lansia.
Dijelaskan oleh Junaedi tentang refraksi mata dihadapan pelajar dan guru SMP 46 Kota Bekasi. Kelainan refraksi adalah gangguan pada mata untuk beradaptasi dengan objek dan cahaya. Akibatnya, penglihatan pun menjadi buram, baik dalam jarak dekat maupun jauh.
"Kelainan refraksi merupakan gangguan penglihatan yang sangat umum terjadi dan tidak boleh diremehkan. Jika dibiarkan sampai parah, kondisi ini dapat menyebabkan penderitanya kesulitan untuk melihat sehingga tidak bisa beraktivitas," kata Junaedi.
Junaedi mengungkapkan bahwa organisasi yang menaungi pengusaha optik se-Indonesia ini selalu berupaya memberikan kontribusi positif kepada masyarakat.
Meski pihaknya sudah lama menggelar pemeriksaan mata secara rutin di permukiman warga, tempat usaha, sekolah, perkantoran dan sebagainya, Gapopin ingin kedepannya banyak kegiatan sosial kemasyarakatan serupa yang digelar dalam rangka menjaga kesehatan mata.
Wiwik Purwanti, S.Pd Kepala Sekolah SMP Negeri 46 Kota Bekasi, menyampaikan apresiasi dan harapannya atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap kesehatan mata anak-anak usia sekolah. Menurut Wiwik, kegiatan ini bukan hanya membantu secara langsung anak-anak yang mengalami gangguan penglihatan, tetapi juga menjadi bagian penting dari upaya peningkatan kualitas pendidikan.
"Kami sangat bersyukur dan mengapresiasi program ini. Kepada Gapopin kami sangat berterimakasih. Harapan kami, melalui pemeriksaan kesehatan mata dan pembagian kacamata gratis ini, anak-anak yang sebelumnya mengalami kesulitan dalam melihat tulisan di papan atau membaca buku kini bisa belajar dengan lebih nyaman dan maksimal," ujarnya.
Kepala Sekolah menekankan pentingnya perhatian terhadap kesehatan mata, khususnya bagi peserta didik. Dengan adanya bantuan kacamata gratis ini ia berharap siswa yang mengalami gangguan penglihatan bisa lebih fokus menerima pelajaran di sekolah.
“Aksi ini sangat membantu. Semoga program serupa dapat terus berlanjut, dan sukses selalu untuk Gapopin,” tambahnya.
Sementara itu, Komite Sekolah yang hadir, melaui ketuanya Tati Rohaemi menyampaikan rasa terima kasih kepada Gapopin. Ia menuturkan bahwa program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial Gapopin untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama anak-anak sekolah yang mengalami kesulitan penglihatan.
Penyerahan kacamata secara simbolis kepada sejumlah pelajar penerima manfaat. Suasana haru dan bahagia terlihat jelas ketika anak-anak mencoba kacamata baru mereka untuk pertama kalinya. Banyak di antara mereka yang tampak antusias dan berterima kasih karena kini dapat membaca dengan lebih jelas. Seperti yang diungkapkan M. Faqih Kelas 9.1 dan Devina 9.2.
"Terima kasih Gapopin, Terima kasih Ibu kepala Sekolah. Melalui kegiatan ini, kami merasa senang dapat melihat dunia dengan lebih jelas. Semoga para anggota Gapopin sehat dan usahanya tambah maju," ungkap Faqih dan Devina. (Agus W/Kartono)