LUGAS | Jakarta Timur, 19 Desember 2025 — Dewan Kota Administrasi Jakarta Timur melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Makasar sebagai bagian dari agenda penutup kinerja tahun 2025. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Makasar ini menjadi ruang silaturahmi antara pemerintah kota, unsur kewilayahan, tokoh masyarakat, dan mitra strategis, yang akan mempermudah pada penyelesaian persoalan sosial secara kolaboratif.

Rombongan anggota Dewan Kota dari 10 Kecamatan se-Jakarta Timur dipimpin Ketua Dewan Kota Administrasi Jakarta Timur Heri Susanto (Matraman), didampingi para anggota Dewan Kota dari masing-masing kecamatan, yakni Farid Muhammad Syawal (Pulogadung), Khoirunnisa (Jatinegara), Heri Wijaya (Pasar Rebo), Ahmilu Taufiq (Ciracas), Ahmad Jarkasih (Makasar. tuan rumah), Syahrul Khoir (Kramat Jati), Hairul Hidayah (Cakung), Syahyul Bahri (Duren Sawit), dan Fiqi Aryanda (Cipayung).




Asisten Pemerintahan (Aspem) Kota Administrasi Jakarta Timur Bambang Pangestu Aldriyan, S.E., M.M., membuka acara/ Hadir juga Camat kecamatan Makasar Dimas Prayudi, unsur Kasi/Kasatpel, Polsek, Koramil, para lurah se-Kecamatan Makasar, serta perwakilan TP PKK, MUI, MWC NU Makasar, PAC Ansor Makasar, LMK, RW, FKDM, Transjakarta, dan Kementerian Lingkungan Hidup/ FORMAPEL. Kegiatan dipandu MC Budi Suhartono (LMK Pinang Ranti), dan diawali doa oleh KH Khotibul Umam.


Fokus Isu Sosial dan Lingkungan

Dalam sambutannya, Camat Makasar Dimas Prayudi menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan kunjungan kerja terakhir Dewan Kota Jakarta Timur pada tahun 2025. Ia menyoroti dukungan lintas sektor, termasuk dari Kementerian Lingkungan Hidup, yang telah berkontribusi pada berbagai program lingkungan dan kesehatan di Makasar. Salah satu isu penting adalah percepatan Open Defecation Free (ODF) di kelurahan yang belum mendeklarasikan, termasuk Makasar dan Kebon Pala, seiring masuknya dukungan anggaran.



Camat juga menyampaikan capaian dan kolaborasi layanan, seperti kehadiran mobil layanan TBC, penguatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), serta dukungan transportasi publik. Ia juga menegaskan komitmen memperkuat jejaring silaturahmi dan kerja bersama dengan para tokoh masyarakat.


Arahan Aspem: Pembangunan Harus Peka Dampak Sosial

Aspem Bambang Pangestu Aldriyan menekankan pentingnya menjadikan forum kunjungan kerja sebagai ruang pembahasan masalah sosial, bukan semata usulan fisik. Menurutnya, setiap pembangunan memiliki konsekuensi sosial yang perlu diantisipasi sejak perencanaan—mulai dari dampak parkir liar, ruang publik yang beralih fungsi, hingga potensi konflik warga.

Ia juga menyoroti isu kesehatan lingkungan—termasuk praktik buang air besar sembarangan yang berdampak pada stunting—serta pentingnya literasi sanitasi. Menjelang libur akhir tahun, Aspem mengajak tokoh masyarakat untuk merayakan tahun baru secara sederhana sebagai wujud empati terhadap warga terdampak bencana, sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tawuran remaja selama libur sekolah.

PT Transjakarta dan BPMA Kementerian Lingkungan Hidup hadir sebagai komitmen memberikan dukungan program di wilayah Makasar.




Hadir pula anggota DPRD DKI Jakarta Komisi D, Andika Wisnu Putra Subroto (Fraksi Demokrat), yang memberikan sambutan singkat sembari menyampaikan bahwa Komisinya (D) membidangi pembangunan dan infrastruktur dasar warga—meliputi jalan, saluran banjir, tata kota, persampahan, perumahan rakyat, lingkungan hidup, dan transportasi—serta membuka ruang aspirasi yang terukur dan berdampak sosial.

Kunjungan kerja  dengan melibatkan seluruh stakeholder di kecamatan Makasar ini diungkapkan anggota Dewan Kota Ahmad Jarkasih yang akrab dipanggil "Ade", sebagai komitmen bersama seluruh pihak untuk memperkuat kolaborasi dan sinergi kewilayahan. 

"Forum ini diharapkan menjadi penanda baik bagi penyelesaian persoalan sosial secara lebih bijak, berbasis kearifan lokal, dan berkelanjutan di Kecamatan Makasar dan Jakarta Timur secara umum," pungkas Ade.

Galeri kegiatan: