LUGAS | Pekanbaru – Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kota Pekanbaru menggelar konsolidasi organisasi pada Kamis (4/12/2025) bertempat di Masjid Miftahul Huda, Jalan Harapan Raya Gang Setia No.1, Kelurahan Tangkerang Utara, Kecamatan Bukit Raya. Kegiatan ini dihadiri ketua dan pengurus PC hingga PAC se-Kota Pekanbaru, sebagai bagian dari upaya memperkuat struktur, soliditas, dan arah gerak organisasi.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua DPD LDII Kota Pekanbaru, H. Firdaus, M.M., menyampaikan pesan yang menekankan pentingnya kepedulian dan kesadaran spiritual, terutama di tengah musibah yang melanda berbagai daerah di Indonesia.
Musibah sebagai Ujian: “Semua itu Qodar, Tidak Bisa Dielakkan”
Mengawali sambutan, H. Firdaus menyinggung kondisi saudara-saudara yang sedang ditimpa bencana. Ia menyebut banyak warga yang kehilangan harta benda, bahkan sebagian masih dinyatakan hilang.
“Di mana-mana banyak korban, banyak kerugian, dan banyak yang belum ditemukan. Semua itu qodar yang tidak bisa dielakkan,” ujar Firdaus.
Ia berharap, bagi mereka yang tertimpa musibah, Allah menggantikan dengan sesuatu yang lebih baik dan penuh keberkahan.
“Semoga yang tertimpa musibah, Allah ganti yang lebih barokah,” kata Firdaus.
Nilai Syukur dan Pentingnya Majelis Ilmu
Dalam kesempatan itu, Firdaus mengingatkan bahwa hidup yang dipenuhi rasa syukur akan menjauhkan seseorang dari sikap suka menyalahkan keadaan.
Ia mengutip firman Allah:
“Barang siapa yang pagi dalam keadaan sehat dan di sisinya ada makanan, maka seolah-olah dunia dan isinya milik dia.”
Menurutnya, kesehatan adalah mahkota yang sering kali luput disyukuri. Selagi sehat, umat dianjurkan tidak menunda menghadiri majelis ilmu.
“Mumpung masih sehat, kita sempatkan menghadiri majelis ilmu,” pesan Firdaus.
Ia juga menegaskan firman Allah lainnya:
“Hai anak Adam, meluangkan waktu beribadah kepada-Ku, maka Aku akan mengisi dadamu dengan rasa kaya.”
Amal yang Dilihat, Bukan Harta atau Rupa
Ketua DPD LDII tersebut mengingatkan bahwa ukuran kemuliaan seorang hamba tidak diukur dari tampilan lahir atau banyaknya harta.
“Allah tidak melihat rupa hamba dan harta hambanya. Tetapi Allah hanya melihat amalannya,” tegas Firdaus.
Karena itu, ia menekankan pentingnya umat untuk menjauhi perpecahan dan memperkuat nilai tolong-menolong sebagai ciri masyarakat beriman.
Harta Bisa Hilang Seketika: Jangan Berat Berinfak
Dalam pemaparannya, H. Firdaus menyinggung tentang hakikat harta yang sifatnya mudah hilang dalam hitungan menit, sebagaimana dialami para korban musibah.
“Dalam hitungan menit, harta bisa hilang. Contohnya saudara-saudara kita yang mengalami bencana,” ucap Firdaus.
Ia menekankan bahwa sikap enggan berinfak sering kali muncul dari hati yang tidak memahami dalil agama.
“Di mana letak ego kita yang memiliki banyak harta kalau kita tidak mau infaq? Kalau kita tidak paham dalil, maka berinfaq itu berat,” pesan Firdaus.
Penguatan Organisasi yang Bernilai Ibadah
Konsolidasi ini tidak hanya bertujuan memperkuat struktur organisasi, tetapi juga meneguhkan semangat amal shalih, keikhlasan, dan kebersamaan dalam gerakan dakwah LDII Kota Pekanbaru. Pertemuan ditutup dengan ajakan agar seluruh pengurus memperkuat koordinasi, menjaga ukhuwah, dan meningkatkan kepedulian sosial sebagai wujud nyata pengabdian kepada umat.
Dengan konsolidasi tersebut, LDII Kota Pekanbaru berharap mampu melahirkan gerakan dakwah yang lebih solid, responsif, dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
