LUGAS | Tualang, Siak — Upaya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan hidup terus digencarkan Kepolisian Sektor (Polsek) Tualang melalui program Green Policing. Kali ini, kegiatan tersebut digelar di Sekolah Menengah Pertama Swasta (SMPS) YPPI Perawang, Kelurahan Perawang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Senin (15/12/2025).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.30 WIB itu dipimpin Panit Binmas Polsek Tualang, Ipda Sugeng Mishari, S.H., bersama Kasi Humas Aiptu Jonas Hasiholan, S.H. Kegiatan diikuti Kepala SMPS YPPI Perawang, Irdawittiani, S.Si., para guru, serta siswa-siswi setempat yang tampak antusias mengikuti rangkaian acara.
Dalam program tersebut, jajaran Polsek Tualang memberikan edukasi lingkungan kepada pelajar, meliputi pentingnya menjaga kebersihan, larangan membuang sampah sembarangan, serta upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap menjadi ancaman di wilayah Riau. Edukasi disampaikan dengan pendekatan komunikatif agar mudah dipahami oleh para siswa.
Sebagai bentuk aksi nyata, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman bibit pohon secara simbolis di lingkungan sekolah. Penanaman ini dimaknai sebagai komitmen bersama antara pihak kepolisian dan sekolah dalam menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus mengajak pelajar berperan aktif dalam upaya penghijauan.
Pelaksana Harian (Plh) Kapolsek Tualang, Kompol P. Banjarnahor, menyampaikan bahwa Green Policing merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung pelestarian lingkungan hidup melalui pendekatan edukatif dan preventif.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran sejak dini kepada para pelajar agar peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Edukasi sejak usia sekolah menjadi kunci membentuk perilaku ramah lingkungan di masa depan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga bertujuan memperkuat sinergi antara Polsek Tualang dan pihak sekolah dalam menciptakan generasi muda yang sadar lingkungan dan berperan aktif menjaga alam di sekitarnya.
Program Green Policing di lingkungan sekolah ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan menjadi pemantik perubahan perilaku pelajar dalam kehidupan sehari-hari. Dengan keterlibatan langsung aparat kepolisian, sekolah, dan siswa, upaya pelestarian lingkungan di tingkat lokal diharapkan dapat tumbuh berkelanjutan.

