LUGAS | Pekanbaru – Komunitas satuan pengamanan (SATPAM) di Pekanbaru menunjukkan semangat kemanusiaan tinggi melalui kegiatan donor darah yang digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) SATPAM ke-45. Acara bertajuk "Donor Darah: Jadilah Pahlawan Dengan Satu Aksi Sederhana" ini dilaksanakan pada Sabtu, 13 Desember 2025, pukul 07.00 WIB hingga selesai, di Hotel Pangeran (Komojo Room), Jl. Jend. Sudirman, Pekanbaru.
Kegiatan ini melibatkan kolaborasi antara Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI), Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI), serta dukungan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Riau. Poster acara yang beredar luas menampilkan ilustrasi kartun satpam dan droplet darah, dengan slogan "SATPAM Bersatu Berdaulat, Berdedikasi & Profesional".
Turut serta personel dari berbagai badan usaha jasa pengamanan (BUJP) di Riau, menegaskan peran SATPAM sebagai Mitra Polri dalam menjaga keamanan sekaligus berkontribusi sosial.
Kesejahteraan SATPAM di Pekanbaru dan Riau: Harapan di Tengah Peningkatan Nasional
Peringatan HUT ke-45 ini menjadi momen refleksi bagi profesi SATPAM, khususnya di Pekanbaru sebagai ibu kota Provinsi Riau. Pekanbaru dikenal sebagai pusat pendidikan dan pelatihan SATPAM, dengan sejumlah BUJP seperti PT Karya Fia Utama, PT Tamaddun Riau, PT Raja Perkasa Sakti, dan lainnya yang rutin menggelar diklat Gada Pratama.
Program-program ini tidak hanya meningkatkan kompetensi, tapi juga membuka peluang kerja dengan gaji berkisar Rp3-6 juta per bulan, tergantung sertifikasi dan pengalaman.
Di tingkat provinsi Riau, kesejahteraan SATPAM honorer di instansi pemerintah mengalami peningkatan signifikan pada 2025. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 39 Tahun 2024, honorarium SATPAM di Riau ditetapkan sekitar Rp3,8 juta per bulan, naik dari sebelumnya sekitar Rp3,7 juta. Angka ini disesuaikan dengan kondisi ekonomi daerah dan upah minimum provinsi (UMP).
Secara nasional, kebijakan pemerintah melalui PMK yang sama membawa angin segar bagi SATPAM honorer. Gaji bervariasi per provinsi, dengan tertinggi di DKI Jakarta mencapai Rp6 juta lebih, sementara rata-rata nasional SATPAM (termasuk swasta) sekitar Rp4,2 juta per bulan menurut data terkini. Selain gaji pokok, ada tunjangan lembur dan fasilitas BPJS Kesehatan/Ketenagakerjaan. APSI sebagai wadah profesi SATPAM terus mengadvokasi peningkatan ini, termasuk sertifikasi kompetensi untuk jenjang karir lebih baik.
Meski demikian, tantangan masih ada, seperti pemerataan gaji di sektor swasta dan perlindungan hukum. Di Riau, inisiatif seperti pelatihan bagi mustahik oleh Baznas bekerja sama dengan Polda Riau menunjukkan upaya pemberdayaan ekonomi bagi calon SATPAM dari kalangan kurang mampu.
Menuju Profesi yang Lebih Profesional dan Sejahtera
HUT SATPAM ke-45 tahun 2025 ini menegaskan komitmen profesi pengamanan sebagai "pemuliaan SATPAM" melalui Perpol Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pamswakarsa.
Di Pekanbaru, kegiatan donor darah seperti ini menjadi simbol dedikasi SATPAM: bersatu, berdaulat, dan profesional.
Dengan peningkatan gaji honorer dan dukungan pelatihan, kesejahteraan SATPAM di Riau dan Indonesia umumnya menunjukkan tren positif hingga akhir 2025.
Harapannya, profesi ini semakin dihargai sebagai garda terdepan keamanan swakarsa, sekaligus kontributor kemanusiaan bagi masyarakat.
Dirgahayu SATPAM Indonesia ke-45!
