LUGAS | Pekanbaru – Pengajian rutin Masjid Jami’atul Anshor RT 01 RW 05, Kelurahan Agrowisata, Kecamatan Rumbai Barat, kembali berlangsung khusyuk pada Rabu malam, 3 Desember 2025. Kegiatan yang dimulai pukul 20.00 WIB ini menghadirkan Ustadz Abdul Latif sebagai penceramah, menyampaikan materi penuh hikmah tentang kisah Nabi Adam AS serta pesan penting bagi umat manusia dalam menjaga diri dari godaan iblis.
Iblis Menolak Sujud: Awal Permusuhan Abadi
Dalam ceramahnya, Ustadz Abdul Latif mengingatkan bahwa saat Nabi Adam AS diciptakan, Allah memerintahkan seluruh malaikat untuk sujud sebagai bentuk penghormatan. Semua patuh, kecuali iblis yang menolak perintah Allah. Dari sinilah permusuhan antara manusia dan iblis bermula.
Allah kemudian mengingatkan Adam dan Hawa, “Sesungguhnya iblis itu musuh kamu berdua. Jangan sampai ia mengeluarkan kamu dari surga, karena jika itu terjadi, kalian akan celaka.” Surga tempat mereka berada dijelaskan sebagai tempat penuh kenikmatan: tidak ada rasa lapar, tidak telanjang, tidak haus, dan tidak kepanasan.
Tipu Daya Iblis dan Kejatuhan Adam ke Dunia
Memanfaatkan kelengahan, iblis menggoda Adam dengan iming-iming pohon khuldi—pohon keabadian—dan kerajaan yang tak akan binasa. Adam dan Hawa pun tergoda dan memakan buah terlarang itu. Seketika, aurot mereka tampak, hingga mereka menganyam daun-daun surga untuk menutupinya.
“Ini menjadi bukti bahwa Adam telah menentang Tuhannya. Adam telah durhaka,” ujar Ustadz Abdul Latif.
Namun Allah Yang Maha Pengampun memilihkan kalimat-kalimat taubat untuk Adam. Dengan kalimat itulah Adam bertaubat, dan Allah menerima taubatnya serta menunjukkannya kembali kepada jalan kebenaran.
Pedoman Hidup Manusia hingga Akhir Zaman
Setelah itu, Allah memerintahkan Adam dan Hawa turun ke bumi. Namun Allah juga memberikan janji besar:
"Jika datang kepadamu petunjuk-Ku, maka siapa pun yang mengikuti petunjuk itu tidak akan sesat dan tidak akan celaka.”
Sebaliknya, siapa yang berpaling dari peringatan Allah, maka baginya kehidupan yang sempit, dan kelak dia akan dibangkitkan dalam keadaan buta sebagai bentuk azab yang nyata.
Ustadz Abdul Latif menegaskan bahwa ayat ini menjadi peringatan besar bagi umat Islam.
“Kita selalu dinasehati dengan ayat ini agar jangan sampai azab tersebut menimpa kita. Petunjuk Allah itu jelas, tinggal bagaimana kita mau mengikuti atau berpaling,” ujarnya.
Pengajian sebagai Benteng Keimanan
Pengajian rutin seperti ini menjadi salah satu upaya jamaah memperkuat pemahaman agama, memperbaiki diri, dan memperkokoh benteng iman. Dengan mempelajari kisah Adam AS, umat diingatkan untuk selalu waspada terhadap tipu daya iblis dan terus berpegang teguh pada petunjuk Allah.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama, memohon agar Allah menjaga hati jamaah agar tetap berada di jalan yang lurus, sebagaimana petunjuk yang telah diturunkan kepada Adam dan seluruh keturunannya.
Turut hadir pada pengajian, Ketua RT 01 RW 03 Sabaruddin Nasution, Ketua Proklim Kelurahan Agrowisata Awaldi Hasibuan, serta tokoh masyarakat sekitar Masjid.
Diketahui, Masjid Jami'atul Anshor dikelola oleh PC LDII Rumbai Barat, dimana selalu rutin melakukan kajian ilmu agama setiap minggunya, menghadirkan narasumber dan penceramah dari dalam maupun luar kota Pekanbaru.



Tidak ada komentar