RSUCM Langsa Butuh Pasokan Oksigen, Pasien Membludak Imbas Banjir Besar

LUGAS | Langsa – Bencana banjir yang melanda Kota Langsa dan sekitarnya tidak hanya merendam ribuan rumah, tetapi juga berdampak serius pada layanan kesehatan. Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM) Langsa melaporkan kondisi kritis akibat kekurangan oksigen, sementara jumlah pasien terus meningkat tajam.

Manajemen RSUCM menyampaikan bahwa pasokan oksigen saat ini hampir habis, sehingga rumah sakit membutuhkan bantuan segera demi keselamatan pasien.

“Kami pihak RSUCM sangat membutuhkan oksigen, mohon bantuannya untuk kemanusiaan,” demikian pernyataan resmi yang disampaikan Manajemen RSUCM pada Jum'at (5/12/2025) melalui pesan singkat WhatsApp.

Pasien Membludak, Tenda Darurat Dididirikan

Tingginya jumlah pasien yang datang dari wilayah terdampak — khususnya Kabupaten Aceh Tamiang dan Kota Langsa — memaksa RSUCM mendirikan tenda darurat di area rumah sakit. Penanganan darurat ini dilakukan karena ruang perawatan tidak mampu lagi menampung lonjakan pasien yang datang nyaris tanpa henti.

“Pasien membludak dari Tamiang dan Langsa, sehingga kami harus membuka tenda darurat untuk pelayanan,” ujar Manajemen RSUCM.

Dalam situasi saat ini, kebutuhan oksigen menjadi prioritas utama. Rumah sakit mengaku membutuhkan sedikitnya 35 tabung oksigen besar per hari untuk memenuhi kebutuhan pasien dengan kondisi kritis.

Siap Membeli Jika Ada Pasokan

RSUCM menegaskan bahwa pihaknya siap membeli oksigen dari pihak mana pun yang memiliki stok, selama bisa memenuhi kebutuhan rumah sakit secara cepat.

“Jika ada oksigen, kami pihak RSUCM siap membelinya (berlaku untuk daerah Langsa dan sekitarnya_red). Kami benar-benar membutuhkan pasokan secepatnya, untuk kebutuhan rumah sakit, hal ini sudah diketahui Direktur PT CMN selaku induk perusahaan dari RSUCM,” ujar Alfiyan Musa, S.T., selaku Penanggung Jawab Kelistrikan dan Oksigen RSUCM.

"Tidak menutup kemungkinan, teman, saudara, siapapun yang ingin membantu oksigen dari mana pun, kami terima dengan tangan terbuka, baik sifatnya bantuan murni, ataupun jual beli," lanjut Alfiyan.

Seruan Bantuan Kemanusiaan

Krisis oksigen ini membuka mata banyak pihak bahwa bencana banjir tidak hanya merusak fisik wilayah, tetapi juga melumpuhkan sistem pelayanan dasar, termasuk kesehatan. Rumah sakit berharap kolaborasi cepat dari berbagai pihak — pemerintah, lembaga sosial, penyedia medis, maupun masyarakat — guna menyelamatkan nyawa pasien yang sedang dirawat.

"Dari hari pertama banjir, RSUCM tetap melayani pasien, meski aliran listrik terputus, kami upayakan dengan genset sampai hari ini, karena tegangan yang belum stabil, memaksa kami menggunakan genset untuk pelayanan maksimal terhadap pasien yang makin bertambah," ujar Alfiyan.

"Meskipun diawal-awal banjir, RSUD Langsa  sempat membantu sebanyak 68 tabung oksigen, dan beberapa tabung dilanjutkan mulai hari kelima hingga saat ini oleh RS Jubir Mahmud, namun kami di RSUCM masih butuh tambahan oksigen lagi, mengingat jumlah pasien yang tak biasa. Dan kondisi mereka saat ini tidak lagi bisa membantu. Karena sudah mulai operasional sambil membersihkan ruangan," tutup Alfiyan.

Situasi ini menjadi pengingat bahwa penanganan bencana memerlukan perhatian serius bukan hanya pada evakuasi dan logistik, tetapi juga pada dukungan medis yang memadai.

Informasi lanjut silahkan hubungi nomor kontak berikut ini:

Alfiyan Musa, S.T. (0852-9701-0283)




0/Post a Comment/Comments

LUGAS 28th
Ads1
Ads1