LUGAS | PULAU TALIABU — Proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bobong, Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, mencapai tahap penting. Pada 9 Desember 2025, proses topping off atau penyelesaian struktur atap resmi dilaksanakan, menandai berakhirnya pekerjaan struktur bangunan utama.


Pembangunan rumah sakit yang menjadi salah satu proyek strategis kesehatan di kawasan Maluku Utara ini tidak hanya melibatkan kontraktor pelaksana PT Wijaya Karya (Wika). Kementerian Kesehatan RI juga menunjuk PT Ciriajasa Cipta Mandiri (CCM) sebagai konsultan manajemen konstruksi untuk memastikan pengerjaan sesuai standar teknis dan berjalan tepat waktu.


PT CCM dikenal sebagai salah satu konsultan konstruksi bereputasi nasional dengan pengalaman panjang dalam menangani proyek berskala besar dan kompleks. Dalam pembangunan RSUD Bobong, peran mereka menjadi krusial sejak tahap perencanaan hingga pengawasan di lapangan.


Komandan Lapangan sekaligus Team Leader PT CCM, Ir. Edhi Nurbiantoro, S.T., M.T., IPM., menjelaskan bahwa konsultan manajemen konstruksi bertugas memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai rencana. Mulai dari penjadwalan, pengendalian anggaran, hingga memastikan mutu pekerjaan struktural, arsitektur, dan mekanikal–elektrikal–plumbing (MEP) tetap terjaga.


“Kami bekerja bersama pihak pemilik proyek dari Kementerian Kesehatan, mengatur prioritas pekerjaan dan memastikan seluruh proses berlangsung efektif dan aman,” ujar Edhi.


Ia menambahkan, keberadaan konsultan manajemen konstruksi merupakan faktor penting dalam proyek sekelas pembangunan rumah sakit.


“Secara keseluruhan, konsultan manajemen konstruksi adalah elemen kunci dalam memastikan bahwa pembangunan rumah sakit berjalan lancar, tepat waktu, dan sesuai anggaran,” katanya.


Dengan selesainya proses topping off, pembangunan RSUD Bobong memasuki tahapan lanjutan seperti penyelesaian arsitektur, instalasi sistem MEP, dan persiapan fasilitas penunjang. Pemerintah daerah dan masyarakat setempat menaruh harapan besar agar rumah sakit ini dapat segera beroperasi dan meningkatkan layanan kesehatan di Pulau Taliabu.





Laporan: Sumpono| Editor: Mahar Prastowo