![]() |
| Wali Kota Langsa, Jeffry Sentana S. Putra, S.E. |
LUGAS | Langsa — Informasi yang sempat viral di media sosial bahwa Wali Kota Langsa, Jeffry Sentana, “kabur” dari wilayah saat banjir besar melanda kota tersebut kini beredar sebagai hoaks yang tidak berdasar faktual dan belum terverifikasi secara independen oleh media kredibel. Analisis terhadap unggahan yang viral menunjukkan bahwa klaim tersebut berasal dari posting-an akun personal yang belum dikonfirmasi secara resmi.
Unggahan yang beredar luas di beberapa platform media sosial mengaitkan foto Wali Kota Langsa dengan kegiatan santai di luar daerah, terutama di Medan, Sumatera Utara, pada saat masyarakat Kota Langsa tengah menghadapi dampak banjir. Foto tersebut memicu reaksi negatif publik, yang menilai seolah-olah sang wali kota tidak hadir di tengah situasi darurat.
Namun, hingga kini tidak ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kota Langsa, Jajaran Pemko, atau lembaga pemeriksa fakta independen yang membenarkan bahwa Wali Kota Jeffry Sentana benar-benar “kabur” saat banjir terjadi. Klaim lokasi dan waktu foto yang disebarkan di media sosial itu juga belum diverifikasi secara independen oleh pihak berwenang atau media arus utama.
Pakar komunikasi dan pemerintahan menekankan pentingnya memastikan validitas sumber informasi sebelum menarik kesimpulan yang dapat merugikan reputasi seorang pejabat publik. Disinformasi seperti ini sering muncul terutama saat situasi darurat, di mana kekhawatiran dan ketidakpastian masyarakat tinggi, yang kemudian mempercepat penyebaran narasi yang belum terverifikasi.
Dalam konteks penanganan bencana, khususnya banjir yang melanda Langsa dan kawasan lain di Aceh pada akhir November 2025, sejumlah pihak pemerintah telah menegaskan bahwa respons dan koordinasi pemulihan terus berjalan, termasuk penanganan logistik, jaringan komunikasi, serta layanan dasar. Namun, kondisi akses informasi yang sempat terputus di beberapa area memperlambat aliran berita resmi dan membuat ruang bagi spekulasi bermunculan di media sosial.
Para analis komunikasi publik dan anti-hoaks juga mengingatkan bahwa publik harus lebih berhati-hati dalam menyebarkan informasi di masa krisis, terutama foto atau pernyataan yang diklaim berasal dari sumber tak jelas. Organisasi pemeriksa fakta independen menekankan pentingnya prinsip saring sebelum sharing untuk menghindari disinformasi yang dapat memperburuk kebingungan sosial di tengah bencana.
Namun, media berhasil mengkonfirmasi melalui chat WhatsApp kepada Wali Kota Langsa Jeffry Sentana pada 5 Desember 2025 terkait isu yang beredar.
"Hoax itu Bang, Saya Dinas Luar Undangan Kemendagri, bukan lari," ujar Jefrry.
Kepada media, Wali Kota Jeffry memperlihatkan bukti undangan acara yang di maksud, membuktikan bahwa dirinya harus berada pada acara yang juga bertepatan dengan musibah banjir yang melanda Aceh, khususnya Kota Langsa.
![]() |
| Undangan Lembaga Administrasi Negara |
![]() |
| Undangan Kementrian Dalam Negeri |
Sumber:
[1]: https://www.hops.id/trending/29416351411/wali-kota-langsa-diduga-kabur-ke-medan-saat-bencana-berikut-fakta-ungkapan-warga-dan-polemik-yang-memanas
[2]: https://kabarbaru.co/viral-wali-kota-langsa-jeffry-sentana-diduga-kabur-ke-medan-saat-warga-kebanjiran/
[3]: https://ppid.sukoharjokab.go.id/wp-content/uploads/2025/12/1-Desember-2025-Isu-Hoaks-Harian.pdf
[4]: https://www.waspada.id/aceh/kejari-langsa-beri-penerangan-hukum-penanggulangan-bencana-pascabanjir/


