LUGAS| BITUNG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bitung menyalurkan bantuan stimulan kepada keluarga Ismail Sepe, warga yang terdampak bencana angin kencang akibat pohon tumbang yang merusak rumah mereka. Penyerahan bantuan dilakukan pada Selasa, 20 Januari 2026.
![]() |
| Kejadian tanggal 7 Januari 2026. Pukul 14.00 wita. Kelurahan Girian Permai RT 006/Lingkungan 02. |
Bantuan diserahkan sebagai bentuk respons cepat pemerintah daerah, meski belum didahului asesmen menyeluruh terkait tingkat kerusakan bangunan. “Idealnya memang dilakukan assessment terlebih dahulu untuk mengetahui kategori kerusakan rumah. Namun ini merupakan respons awal dari BPBD, dan kami sebagai staf hanya menjalankan perintah pimpinan untuk mengantarkan bantuan stimulan,” ujar salah satu staf BPBD Kota Bitung saat penyerahan bantuan.
Adapun bantuan yang diberikan meliputi bahan bangunan dan kebutuhan pokok, antara lain,
Berupa:
Seng gelombang: 7 lembar
Triplek: 5 lembar
Kayu ukuran 5×10: 2 batang
Kayu ukuran 5×7: 5 batang
Beras: 20 kg
Minyak goreng: 2 liter
Ikan kaleng: 2 dus
Paku triplek: 1 kg
Paku payung/paku seng: 1 kg
Paku 4 inci: 1 kg.
BPBD menegaskan bantuan tersebut tidak dimaksudkan untuk mengganti rumah yang rusak, melainkan sebatas meringankan beban korban pascabencana.
“Bantuan ini sifatnya stimulan, bukan untuk membangun kembali rumah. Harapannya bisa membantu keluarga korban dalam kondisi darurat,” kata staf BPBD tersebut.
Ismail menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan BPBD. Namun ia mengakui bantuan tersebut belum mencukupi untuk membangun kembali rumahnya yang rusak berat, meskipun hanya rumah sederhana. “Kami sangat berterima kasih, tetapi materialnya masih sangat terbatas,” kata Ismail.
Ia berharap adanya perhatian lanjutan dari pemerintah kelurahan maupun pemerintah daerah bagi keluarga kurang mampu yang terdampak bencana. “Kami berharap ada dukungan lebih lanjut dari pemerintah kota Bitung, karena dalam kondisi seperti ini kami sangat membutuhkan perhatian,” ujarnya
Berdasarkan data, total kerugian akibat bencana tersebut diperkirakan mencapai Rp30 juta hingga Rp40 juta. Nilai tersebut jauh melampaui bantuan stimulan yang diterima keluarga korban.
"Kami berharap ada perhatian dari pemerintah kelurahan, pemerintah kota, atau siapa pun yang bisa membantu. Kami ini masyarakat kecil. Kalau bukan pemerintah yang peduli, siapa lagi?” katanya.


