TERNATE, LUGAS — Tim SAR Ternate, Maluku Utara, berhasil mengevakuasi dua pendaki Gunung Gamalama yang mengalami hipotermia berat akibat cuaca buruk, Senin (12/1/2026).
Kedua pendaki remaja tersebut diketahui bernama Pi (19) dan St (20), warga Kota Ternate. Keduanya mendaki bersama sejumlah rekan sejak pagi hari. Namun, setibanya di Pos 5 Gunung Gamalama, rombongan diterjang hujan deras disertai angin kencang.
Thio Dandy Giviano Lawer, anggota SAR Senkom Rescue yang terlibat langsung dalam proses penyelamatan, menjelaskan bahwa pendakian dimulai sekitar pukul 07.00 WIT. Kondisi cuaca yang tiba-tiba memburuk diperparah dengan minimnya perlengkapan pendakian.
“Rombongan tidak membawa perlengkapan lengkap, salah satunya jas hujan. Setelah diterpa badai, mereka memutuskan turun gunung karena khawatir kondisi semakin parah,” ujar Thio kepada LUGAS.
Dalam perjalanan turun, dua orang di antaranya tidak lagi sanggup berjalan. Rombongan kemudian memutuskan beristirahat di kawasan Taman Love, Gunung Gamalama. Saat itu, kondisi tubuh korban sudah basah kuyup dan waktu menjelang sore.
Salah seorang rekan korban kemudian menghubungi temannya yang berada di rumah untuk membawa pakaian ganti dan makanan ke lokasi. Namun, setibanya di Taman Love, kondisi kedua korban sudah semakin memburuk.
“Begitu sampai di lokasi, teman mereka melihat keduanya sudah menggigil hebat dan mengalami hipotermia berat karena terlalu lama terpapar udara dingin,” kata Thio.
Melihat kondisi tersebut, rekan korban segera menghubungi Basarnas untuk meminta bantuan evakuasi. Tim SAR Ternate bersama unsur Senkom Rescue dan Mapala (Mahasiswa Pecinta Alam) Ternate segera menuju lokasi kejadian.
Kedua korban kemudian dievakuasi turun gunung dan diserahkan kembali kepada pihak keluarga dalam kondisi selamat.
“Alhamdulillah, kedua korban berhasil diselamatkan dan sudah kembali bertemu dengan keluarganya,” ujar Thio Dandy.
Laporan: Sumpono | Editor: Mahar Prastowo

Tidak ada komentar