![]() |
| (Dok, Google) |
LUGAS | BITUNG — Gaji tenaga honorer di SDN Inpres 6/80 Wangurer Timur belum dibayarkan sejak November lalu. Berdasarkan penelusuran Lugas, sedikitnya enam tenaga honorer terdampak, termasuk guru honorer, penjaga sekolah, dan petugas satpam.
Meskipun gaji mereka tertunda, sejumlah tenaga honorer tetap menjalankan tugas seperti biasa. Hingga kini, mereka mengaku belum menerima penjelasan tertulis mengenai alasan keterlambatan maupun kepastian waktu pembayaran dari pihak sekolah.
Keterlambatan ini menimbulkan pertanyaan terkait transparansi pengelolaan anggaran sekolah. Pembayaran honor tenaga non-PNS di sekolah negeri biasanya bersumber dari Dana BOS atau anggaran daerah, yang memiliki mekanisme pencairan dan pelaporan jelas. Selain itu, dana kegiatan sekolah seperti PMR, Pramuka, atau Pesona Selat Lembe disebut tidak pernah disalurkan kepada guru pendamping, meskipun tercatat dalam anggaran BOS.
Dari keterangan Kepala SDN Inpres 6/80 Wangurer Timur, Alwin A. Mamentu, S.Pd., M.Pd, Jumat 23 Januari 2026. Keterlambatan gaji bulan November sudah akan diselesaikan. Ia menjelaskan bahwa masalah keterlambatan ini telah disampaikan kepada para tenaga honorer.
Terkait dana kegiatan, bendahara sekolah Cristi Warou, S.Pd menegaskan bahwa honor untuk guru pendamping tidak dianggarkan secara khusus dalam kegiatan PMR atau kegiatan lainnya. Bendahara menyatakan bahwa hal ini merupakan kebijakan pimpinan sekolah untuk mengatur hal-hal yang berada di luar dana BOS.
“Yang tidak dianggarkan, berarti pendamping tidak menerima honor tambahan. Namun untuk kebutuhan makan atau transportasi terkait kegiatan, tetap tersedia dana operasional,” jelas Bendahara.
Seorang tenaga honorer, yang tidak bersedia disebut namanya, menambahkan bahwa kegiatan seperti PMR, Pramuka, dan Pesona Selat Lembe sudah tercatat di anggaran Dana BOS, tetapi dana tersebut belum pernah diterima oleh guru pendamping.
Para tenaga honorer berharap pemerintah daerah segera memastikan pembayaran gaji yang tertunda dan memperkuat pengawasan agar keterlambatan serupa tidak terulang di masa mendatang.
