Keamanan Publik, Tanggung Jawab Bersama Negara dan Warga
LUGAS | KOTA KOTAMOBAGU - Keamanan bukan sekadar urusan aparat, melainkan tanggung jawab kolektif. Negara dapat merancang kebijakan dan mengalokasikan anggaran, tapi tanpa partisipasi aktif masyarakat, gagasan itu sering berhenti di atas kertas. Menjelang bulan raya—periode meningkatnya mobilitas dan kerawanan—keterlibatan warga dan jejaring organisasi sosial menjadi kunci menjaga stabilitas.
Dalam kerangka itulah Senkom Mitra Polri Kota Kotamobagu bersama Polres Kotamobagu menyelenggarakan kegiatan penguatan jaringan lintas instansi dan elemen masyarakat di Sipatuo Cafe n Mini Soccer, Kotamobagu. Acara ini menghadirkan unsur PP Polri, KBP Polri, Ormas, dan tokoh masyarakat, dengan tujuan memperkuat kemitraan strategis antara Kepolisian dan Ormas demi menjaga serta meningkatkan Kamtibmas di wilayah Kotamobagu.
Ketua Senkom Mitra Polri Kota Kotamobagu Ahmad Guril Sulaiman, menegaskan pentingnya keterlibatan aktif warga sebagai bagian dari upaya preventif:
“Keamanan tidak bisa hanya bergantung pada aparat. Senkom hadir sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat dan Polri, agar potensi gangguan Kamtibmas bisa terdeteksi lebih awal, khususnya menjelang bulan raya,” ujar Ketua Senkom.
Pihak Polres Kotamobagu menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor bukan sekadar formalitas, melainkan strategi nyata untuk mencegah gangguan dan menjaga kondusivitas:
“Polri tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi dengan Senkom dan Ormas membantu memastikan situasi tetap aman, terutama pada momentum hari besar keagamaan,” kata perwakilan Polres Kotamobagu.
Kegiatan ini diharapkan menegaskan bahwa stabilitas keamanan bukan monopoli negara, melainkan hasil dari koordinasi yang solid antara aparat dan masyarakat, yang keduanya memiliki peran tak tergantikan dalam membangun kota yang aman dan tertib.