Terpilih Secara Aklamasi, H. Ade Ardiansyah Kembali Pimpin Dekopinda Kota Bekasi Periode 2025 - 2030


LUGAS | Kota Bekasi - Peserta Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Bekasi sepakat secara aklamasi menunjuk H Ade Ardiansyah, S.H.,M.Kn., sebagai ketua Dekopinda Kota Bekasi periode 2025 - 2030. Musda Dekopinda tersebut diselanggarakan di Gedung Istanaku, Sepanjang Jaya, Kota Bekasi, 28 Januari 2026.

Musyawarah Daerah (Musda) Dewan koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Bekasi dihadiri Wali Kota Bekasi Dr. Tri AdhiantoTjahyono, MSi., Wali Kota Bekasi, Ketua Dekopin Wilayah Jawa Barat Yuke Mauliani Septian, ST, MSi., yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Barat, Herbert S.W. Panjaitan, S.STP., M.Si Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bekasi, Sri Susilawati, S.STP, M.Si Camat Kecamatan Rawalumbu. Dari Dekopinda Kota Bekasi dihadiri jajaran Majelis Pakar, Jajaran penasehat dan Ketua Dekopinda beserta para pengurus dan anggota.

Tri Adhianto Tjahyono Wali Kota Bekasi dalam sambutannya menyampaikan bahwa Musda kali ini menjadi momentum penting karena masa bakti kepengurusan Dekopinda periode 2020 – 2025 telah berakhir dan akan dilakukan pemilihan pengurus baru untuk melanjutkan estafet kepemimpinan koperasi di Kota Bekasi.

Tri Adhianto menekankan bahwa koperasi memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi nasional, sejalan dengan salah satu program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan koperasi sebagai instrumen penting penguatan ekonomi rakyat. 

Tri juga menyoroti eratnya keterkaitan koperasi dengan UMKM. Menurutnya, UMKM merupakan pasar sekaligus basis pengabdian koperasi yang harus diberdayakan secara berkelanjutan.

“Koperasi jangan hanya berorientasi pada simpan pinjam. Boleh simpan pinjam di awal, tapi ke depan koperasi harus mengembangkan usaha produktif karena sudah memiliki basis anggota yang jelas,” kata Tri. 

Musda Dekopinda Kota Bekasi 2026 menjadi forum tertinggi organisasi dalam rangka evaluasi kinerja kepengurusan sebelumnya sekaligus penetapan arah kebijakan dan kepemimpinan baru. Dalam forum tersebut, H. Ade Ardiansyah kembali memperoleh kepercayaan penuh dari peserta Musda untuk melanjutkan kepemimpinannya.

"Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Wali Kota yang telah hadir dalam membuka acara Musda ini, kami ucapkan terima kasih juga kepada ibu Yuke Ketua Dekopinwil Jawa Barat, kami tentunya berterima kasih juga semua pengurus maupun anggota dan mitra Dekopinda Kota Bekasi  sehingga acara ini bisa berjalan lancar dan sukses. Saya juga berterima kasih kepada rekan-rekan yang telah memberikan kepercayaan ini," ucap H. Ade.
Ketua Dekopinda Kota Bekasi terpilih, H. Ade Ardiansyah, menegaskan bahwa Musda merupakan amanat organisasi sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Dekopin, sekaligus momentum strategis untuk memperkuat posisi koperasi di daerah.

Ia menjelaskan, selama periode 2020 - 2025, Dekopinda Kota Bekasi memfokuskan program kerja pada penguatan kelembagaan koperasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pembinaan dilakukan melalui pelatihan manajemen koperasi, tata kelola organisasi, serta pendampingan terhadap koperasi aktif lintas sektor. 

“Musda ini bukan sekadar memilih ketua, tetapi menentukan arah gerakan koperasi lima tahun ke depan. Koperasi harus ditempatkan sebagai kekuatan ekonomi rakyat yang terorganisir, mandiri, dan berdaya saing,” kata H. Ade Ardiansyah.

“Kami ingin memastikan koperasi di Kota Bekasi tidak hanya hidup secara administratif, tetapi sehat secara usaha dan nyata dirasakan manfaatnya oleh anggota,” ujarnya.

Selain penguatan internal, Dekopinda Kota Bekasi juga terus membangun sinergi dengan Pemerintah Kota Bekasi serta pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mendorong koperasi berperan lebih besar dalam ekosistem ekonomi daerah, khususnya dalam mendukung UMKM.

“Kunci ke depan adalah konsolidasi dan kolaborasi. Koperasi tidak boleh berjalan sendiri, tetapi harus terhubung dengan kebijakan pemerintah daerah, dunia usaha, dan akses pembiayaan yang inklusif,” tegas H. Ade.

Menurutnya, tantangan ekonomi global dan nasional menuntut koperasi untuk bertransformasi dan adaptif, termasuk dalam pemanfaatan teknologi digital.

“Transformasi koperasi adalah keniscayaan. Digitalisasi, profesionalisme pengelolaan, dan orientasi pasar harus menjadi agenda utama tanpa meninggalkan nilai-nilai kebersamaan koperasi,” katanya.

Dibalik kesuksesan seorang suami, di sana ada seorang istri yang hebat. Ungkapan ini dibenarkan H. Ade, menurutnya Seorang Istri  sesungguhnya adalah pendukung/penunjang bagi kemajuan bagi karier suami. 
"Istri saya selalu mendukung, dukungan istr baik moril, doa, maupun kehadiran fisik - bukan hanya tentang tugas rumah tangga, tetapi tentang menjadi support system terbaik yang menenangkan hati saya, terimakaish istriku," Kata H. Ade. 

Elis setianingsih, Istri H.Ade Ardiansyah selalu mensupport aktivitas suaminya.
"Koperasi merupakan badan usaha nirlaba (non-profit oriented) yang bertujuan utama meningkatkan kesejahteraan anggota, bukan mencari keuntungan pribadi. Kebetulan kami juga ada kerjaan lain yaitu sebagai Notaris. Jadi kami selama  ini saling mendukung dan menguatkan dalam berbagai peran," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Dekopin Wilayah Jawa Barat Yuke Mauliani Septian, ST, MSi., yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Barat, berharap Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Bekasi bisa mengajak generasi muda, khususnya gen z untuk ikut bergabung sebagai anggota koperasi. Ia mengatakan jumlah anggota dapat memperkuat keberadaan koperasi sebagai fondasi perekonomian daerah.

Yuke menyarankan agar Dekopinda berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) untuk mengenalkan konsep koperasi di lingkungan sekolah.

Selanjutnya, ia berharap dengan kegiatan tersebut generasi muda akan lebih melek dengan koperasi.
"Jika sudah kita tanamkan sejak dini, nantinya erus diingat, dan kemudian akan tertarik," ucapnya.

Di sisi lain, sangat disayangkan masih banyak dari generasi muda ini tidak tahu koperasi.
Hal itu juga yang membuat mereka menjadi tidak tertarik untuk ikut menjadi anggota  koperasi.

Menyikapi program koperasi merah putih, ketua Dekopin Wilayah Jawa Barat, mendukung penuh koperasi merah putih yang diinisiasi oleh pemerintah, terutama sebagai mitra strategis dalam pendampingan. 
" Koperasi merah putih dirancanang sebagai Mitra strategis, bukan pesaing. Apapun koperasinya tidak menjadikan koperasi merah putih itu sebagai pesaing. Justru koperasi-koperasi yang sudah berjalan kuat akan menjadikan sebagai Mitra setrategis dan siap dalam pendampingan," jelas Yuke. 

Ketua Dekopin Wilayah Jawa Barat juga mengucapkan selamat atas terpilihnya ketua Dekopinda Kota Bekasi H. Ade Ardiansyah dan memberikan waktu 7 hari untuk melengkapi kepengurusan Dekopinda Kota Bekasi periode 2025 - 2030. (Agus W)



















0/Post a Comment/Comments

LUGAS 28th
Ads1
Ads1