LUGAS | JAKARTA - Pesilat dari
PERSINAS ASAD membagikan 1.000 Paket Takjil gratis dalam agenda bagi Takjil Bersama PB IPSI 2026 yang digelar di depan padepokan PB IPSI, kawasan Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Sabtu (21/2/2026).
Seribu paket makanan berbuka yang dibagikan para pesilat ASAD tercatat sebagai kontribusi terbesar dari perguruan dalam kegiatan tersebut. Para pendekar berdiri berderet di depan padepokan, menyapa pengendara dan pejalan kaki yang melintas menjelang waktu berbuka puasa.
Ketua Umum PB PERSINAS ASAD, Marsma TNI (Purn) H. Sukur mengatakan kegiatan berbagi takjil tidak sekadar seremonial Ramadan, tetapi merupakan upaya menanamkan nilai kepedulian sosial dalam tradisi pencak silat.
“Manfaat berbagi takjil ini untuk meningkatkan ketakwaan serta kepedulian pesilat kepada seluruh masyarakat, baik Muslim maupun nonmuslim, sekaligus memperkuat ukhuwah dan kekompakan pesilat di bawah naungan PB IPSI,” ujarnya.
Kegiatan tersebut menampilkan sisi lain dunia pencak silat yang tidak hanya berfokus pada latihan dan pembinaan prestasi, tetapi juga kehadiran dalam kehidupan sosial masyarakat.
Peran Aktif Perguruan PERSINAS ASAD di Bawah PB IPSI
Wakil Sekretaris Jenderal PB IPSI, Arko Murjoko, menilai keterlibatan perguruan PERSINAS ASAD menjadi kekuatan utama dalam kegiatan Ramadan tahun ini. Menurut dia, kontribusi nyata para pesilat menunjukkan pencak silat memiliki fungsi sosial yang tidak terpisahkan dari masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, seluruh perguruan diharapkan berperan aktif mempererat silaturahmi di bulan suci Ramadan serta menunjukkan bahwa pencak silat hadir untuk masyarakat,” kata Arko.
Koordinator kegiatan dari Departemen Organisasi, Hubungan Antarlembaga dan Kaderisasi PB PERSINAS ASAD, Afghan Sulung, menambahkan pembagian takjil dilakukan langsung oleh para pesilat sebagai bagian dari pembinaan karakter.
“Sebanyak 1.000 paket takjil kami siapkan dan dibagikan langsung oleh para pesilat. Ini bentuk nyata kontribusi pencak silat untuk masyarakat,” ujarnya.
Bagi PERSINAS ASAD, kegiatan tersebut menjadi penegasan bahwa pesilat tidak hanya ditempa menjadi tangguh di gelanggang, tetapi juga peka terhadap kebutuhan sosial.
Aksi berbagi di tepi jalan itu sekaligus menjaga tradisi kepedulian dan memperkuat persaudaraan di bulan Ramadan. (TJ)