LUGAS | MANADO — Di halaman Masjid Nurul Jihad, Markas Polda Sulawesi Utara, sejumlah personel kepolisian duduk berderet bersama warga yang datang menjelang waktu berbuka. Tidak ada sekat resmi. Siapa pun yang melintas dipersilakan singgah, mengambil takjil, lalu menunggu azan Maghrib bersama.
Kegiatan buka puasa bersama yang digelar sepanjang Ramadan 1447 Hijriah ini menjadi bagian dari upaya kepolisian membangun kedekatan dengan masyarakat di luar ruang formal pelayanan publik.
Kabid Humas Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan mengatakan, buka puasa bersama bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, melainkan ruang kebersamaan antara aparat dan warga.
“Kegiatan buka puasa bersama ini bukan hanya rutinitas di bulan suci Ramadan, melainkan momentum bagi Polri untuk duduk bersama masyarakat dalam satu majelis. Ini adalah bentuk nyata sinergitas dan keharmonisan antara Polri dan warga,” ujar Alamsyah, Jumat (20/2/2026).
Menurut dia, kebersamaan dalam suasana Ramadan diharapkan ikut memperkuat kesadaran kolektif menjaga keamanan lingkungan.
Kepolisian mengajak masyarakat menjaga ketertiban dan kekhusyukan bulan puasa, terutama pada waktu-waktu rawan seperti menjelang sahur dan berbuka.
Alamsyah mengatakan kehadiran masyarakat dalam kegiatan tersebut memberi semangat tersendiri bagi personel yang tetap menjalankan tugas selama Ramadan.
“Kami berharap semangat kebersamaan ini terus terjaga, tidak hanya saat Ramadan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari demi terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah Sulawesi Utara,” katanya.
Kegiatan ditutup dengan dzikir dan doa bersama, dilanjutkan santap takjil dan salat Maghrib berjamaah. Di ruang sederhana itu, pendekatan keamanan dicoba dibangun melalui perjumpaan sehari-hari antara polisi dan warga.
