LUGAS |Cianjur — Tim Forum Sepak Bola Generasi Indonesia (Forsgi) Kabupaten Bogor tampil dominan dalam Festival Forsgi Jawa Barat Zona 1 yang digelar di Lapangan Sakinah, Cianjur. Dua kelompok umur yang diturunkan, yakni U-10 dan U-12, sama-sama berhasil meraih gelar juara pertama.
Festival Forsgi Zona 1 diikuti lima daerah, yakni Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten/Kota Sukabumi, dan Kabupaten Cianjur. Ajang ini menjadi bagian dari program pembinaan usia dini Forsgi di wilayah Jawa Barat.
Kegiatan dibuka oleh Ketua Forsgi Provinsi Jawa Barat, Komisaris Besar Polisi (Purn) H. Kunto Prasetyo. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas serta menanamkan semangat berprestasi sejak usia dini.
“Bermainlah dengan sportif dan penuh semangat. Dari sinilah diharapkan lahir pemain-pemain sepak bola yang profesional dan memiliki karakter luhur,” ujar Kunto.
Selama festival berlangsung, kompetisi dijalankan dengan sistem full competition, di mana setiap tim saling bertemu dan bertanding. Format ini memberi kesempatan bagi seluruh peserta untuk memperoleh jam bermain yang merata sekaligus pengalaman bertanding yang optimal.
Hasil akhir mencatat Kabupaten Bogor sebagai juara pertama untuk kelompok umur 10 dan 12 tahun. Posisi kedua kelompok umur 10 diraih Kota Bogor, sementara kelompok umur 12 tahun menempatkan Kota Depok sebagai runner-up.
Salah satu sorotan datang dari pemain U-10 Kabupaten Bogor, Muhammad Rafif Abdulloh. Ia tampil konsisten sepanjang turnamen dengan bermain dalam empat pertandingan dan selalu mencetak gol di setiap laga. Kontribusinya menjadi faktor penting yang mengantarkan tim U-10 Kabupaten Bogor meraih gelar juara.
Dengan hasil tersebut, juara pertama dan kedua dari masing-masing kelompok umur berhak mewakili Zona 1 pada Festival Forsgi tingkat Provinsi Jawa Barat.
Selain menjadi ajang kompetisi, Festival Forsgi juga diarahkan sebagai sarana pembinaan karakter. Forsgi mengusung nilai “29 karakter luhur” sebagai fondasi pembentukan generasi pesepak bola muda yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga berintegritas sebagai calon penerus bangsa.
Laporan: Jumanto | Editor: Mahar Prastowo


