Kemitraan Damkar–PT Sinar Pure Foods International Diuji: Simulasi Kebakaran hingga Tsunami, Seberapa Siap Kawasan Industri Bitung?




LUGAS | BITUNG — Deru sirene latihan memecah rutinitas produksi di kawasan PT Sinar Pure Foods International Bitung. Di tengah instalasi industri yang berdiri tak jauh dari garis pantai, simulasi kebakaran dan evakuasi tsunami digelar. Pertanyaannya bukan sekedar bagaimana memadamkan api, melainkan seberapa siap sistem keselamatan bekerja saat krisis nyata datang tanpa aba-aba.

Kegiatan ini mempertemukan manajemen perusahaan dengan unsur teknis dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Keselamatan Kota Bitung serta BPBD Kota Bitung. Agenda yang disebut rutin itu menguji satu hal mendasar: disiplin mitigasi di kawasan industri pesisir yang berada dalam peta rawan gempa dan tsunami.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Keselamatan Kota Bitung, Forsman Dandels, mendukung penuh kemitraan tersebut dan menugaskan langsung Sekretaris Dinas, Nimrot Polontoh, S.Pi., bersama tim teknis untuk melaksanakan kegiatan sosialisasi dan simulasi di lapangan. Penugasan ini menjadi bagian dari komitmen internal dinas dalam memperkuat pendekatan preventif di sektor industri

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Keselamatan Kota Bitung, Nimrot Polontoh, S.Pi., didampingi Kabid Pemadaman Rosita K. Giasi, S.E., menegaskan bahwa pelatihan tidak boleh berhenti pada formalitas dokumentasi.

“Kami tidak ingin ketika terjadi percikan api kecil, semua panik dan tidak tahu harus berbuat apa. Karena itu kami tekankan pemahaman teknis penggunaan APAR sampai hidran,” ujar Nimrot.

Ia mengingatkan, mayoritas kebakaran industri berawal dari kelalaian elementer—arus pendek, percikan mesin, atau penanganan bahan mudah terbakar yang tidak disiplin. “Tahap awal harus bisa dikendalikan dengan alat pemadam api ringan. Kalau sudah membesar, eskalasinya berbeda. Itu sebabnya karyawan wajib paham prosedur,” katanya.

Namun simulasi juga menyingkap celah. Sejumlah alat pemadam api ringan (APAR) diketahui tengah dalam proses pengisian ulang. Manajemen menyebut administrasi pengadaan dan pengisian kembali sedang berjalan. Dalam manajemen risiko, kondisi ini bukan detail kecil—APAR adalah garis pertahanan pertama sebelum api berubah menjadi insiden besar.

Di sisi lain, ancaman tak hanya datang dari api. Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Bitung, Vivie Kadeke, menggarisbawahi risiko gempa dan tsunami yang melekat pada kawasan pesisir Bitung.

“Kita ini berada di wilayah pesisir. Kalau terjadi gempa kuat sekitar 20 detik dan tidak berhenti, itu indikator serius. Kita hanya punya waktu kurang lebih 20 menit untuk menuju ketinggian minimal 20 meter,” ujarnya menjelaskan konsep “20–20”.

Menurut Vivie, rambu-rambu jalur evakuasi telah dipasang mengarah ke titik aman di dataran lebih tinggi. “Rambu itu jangan dirusak. Itu bukan pajangan. Itu penunjuk hidup dan mati,” katanya tegas.

Ia menambahkan, kesiapsiagaan tidak cukup pada papan informasi. “Latihan berulang itu kunci. Tanpa itu, saat panik orang lupa prosedur.”

Dari pihak perusahaan, HRD Manager PT Sinar Pure Foods International Bitung, Ir. Lusje Mandolang, menyatakan pelatihan kebakaran merupakan agenda tetap dua kali setahun—satu internal dan satu bersama instansi teknis.

“Kami memiliki ahli K3 kebakaran dan tim internal, termasuk security, yang rutin melakukan pengecekan peralatan. Kami sadar kebakaran adalah risiko yang tidak pernah bisa diprediksi,” ujarnya.

Lusj menekankan pendekatan preventif. “Kami berharap karyawan bukan hanya tahu teori, tapi berani dan mampu menggunakan alat saat dibutuhkan. Bahkan bisa mengimplementasikan di rumah. Mencegah tentu lebih baik daripada mengatasi,” katanya.

Selama lebih dari tiga dekade beroperasi, perusahaan mengklaim belum mengalami insiden kebakaran besar yang merugikan signifikan. Namun dalam lanskap risiko pesisir Sulawesi Utara yang aktif secara tektonik, klaim nihil insiden bukan jaminan kebal bencana.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Keselamatan Kota Bitung Nimrot Polontoh, S.E., Kalaksa BPBD Kota Bitung Vivie Kadeke, HRD Manager PT Sinar Pure Foods International Bitung Ir. Lusje Mandolang, Kabid Pemadaman Rosita K. Giasi, S.E., Kasie Pemadaman Kebakaran & Investigasi Alfian Alow, S.Sos., M.AP., Kasie Informasi & Data Lourens Timbangnusa, S.Th., Risdianto Patras, SHserta jajaran penyelamatan dan evakuasi kebakaran dan non-kebakaran, termasuk pemadam pemula, Hendri summilat., Johan tatontos., Marselino Selasa dan seluruh karyawan serta unsur keamanan perusahaan.

Simulasi telah dilaksanakan. Jalur evakuasi telah ditandai. APAR dan hidran telah diperagakan. Namun ukuran sejati kesiapan industri bukan pada kelancaran latihan, melainkan pada ketahanan sistem—manusia, alat, dan prosedur—ketika situasi darurat benar-benar terjadi.

0/Post a Comment/Comments

LUGAS 28th
Ads1
Ads1