Lantai Dua Tangsi Belanda Runtuh, Polres Siak Gerak Cepat Amankan Lokasi

LUGAS | SIAK — Kepolisian Resor (Polres) Siak bergerak cepat menangani peristiwa runtuhnya lantai dua Bangunan Cagar Budaya Tangsi Belanda yang terjadi pada Sabtu (31/1/2026) sekitar pukul 09.45 WIB. Insiden tersebut terjadi di Jalan Pemuda, Kampung Benteng Hulu, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, dan mengakibatkan 17 orang mengalami luka-luka.

Korban merupakan bagian dari rombongan studi wisata edukasi SD IT Baitul Ridho Kampung Rawang Kao, Kecamatan Lubuk Dalam. Dari 17 korban tersebut, terdiri atas 15 siswa-siswi, satu orang guru pendamping, serta satu orang pemandu wisata Tangsi Belanda.

Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, S.H., S.I.K., M.H. menjelaskan, peristiwa bermula saat rombongan yang berjumlah 55 murid dan 12 guru tiba di lokasi sekitar pukul 08.49 WIB. Rombongan dipandu untuk berkeliling area bangunan, termasuk memasuki lantai dua Tangsi Belanda.

“Setibanya di salah satu ruangan lantai dua, lantai bangunan yang terbuat dari papan kayu lama dan telah lapuk tidak mampu menahan beban pengunjung, sehingga runtuh dan menyebabkan rombongan terjatuh ke lantai dasar dengan ketinggian kurang lebih empat meter,” jelas Kapolres Siak.

Akibat kejadian tersebut, sebanyak 10 korban langsung dievakuasi ke RSUD Siak untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan, sementara tujuh korban lainnya dirawat di Puskesmas Mempura dengan kondisi luka ringan. Seluruh korban saat ini berada dalam penanganan tenaga medis dan dalam kondisi terpantau.

Menindaklanjuti kejadian, Kapolsek Siak AKBP James Sibarani, S.H., M.H. bersama personel Polres Siak segera mendatangi dan mengamankan lokasi. Aparat kepolisian memasang garis polisi (police line), melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mendata korban serta saksi-saksi, dan berkoordinasi dengan instansi terkait.

Sekitar pukul 12.30 WIB, Kapolres Siak didampingi Wakapolres Kompol Akira Ceria, S.I.K., M.M. serta jajaran Pejabat Utama Polres Siak meninjau langsung kondisi para korban di RSUD Siak. Selanjutnya, pada pukul 13.00 WIB, Kapolres bersama Bupati Siak Dr. Afni Z, S.A.P., M.Si. dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan pengecekan langsung ke lokasi runtuhnya bangunan.

Kapolres Siak menegaskan, pihak kepolisian akan melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kejadian serta mengantisipasi terulangnya insiden serupa di masa mendatang.

“Kami telah mengamankan TKP dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar bangunan Tangsi Belanda ditutup sementara sampai dilakukan pemeriksaan teknis dan perbaikan menyeluruh demi keselamatan pengunjung,” tegas AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar.

Polres Siak juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat berkunjung ke bangunan tua atau bersejarah serta mematuhi seluruh rambu dan ketentuan keselamatan yang telah ditetapkan pengelola.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius berbagai pihak, mengingat Tangsi Belanda merupakan objek wisata sejarah dan edukasi yang kerap dikunjungi masyarakat dan pelajar. Polres Siak memastikan bahwa keselamatan publik tetap menjadi prioritas utama dalam setiap penanganan kejadian, khususnya di kawasan wisata dan cagar budaya.




Sumber  Humas Polres Siak 

0/Post a Comment/Comments

LUGAS 28th
Ads1
Ads1