LUGAS | SITARO — Penemuan sesosok mayat pria tanpa identitas di Pulau Kaluhagi, Kampung Tope, Kecamatan Biaro, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Kamis siang (26/2/2026), memunculkan sejumlah pertanyaan terkait prosedur penanganan korban yang diduga warga negara asing.
Mayat pria tersebut ditemukan sekitar pukul 14.25 Wita dalam kondisi tersangkut di pohon bakau dengan posisi tertelungkup. Korban diperkirakan berusia sekitar 50 tahun dengan tinggi badan sekitar 163 sentimeter, berkulit kuning langsat dan berambut hitam bercampur uban.
Petugas dari Polsek Biaro yang dipimpin Kapolsek Iptu Y. Ulag langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan masyarakat.
Korban pertama kali ditemukan oleh nelayan Kampung Tope yang sedang menjaring ikan di sekitar Pulau Kaluhagi.
Saksi Alfianto Takalamigan mengatakan dirinya bersama rekannya awalnya melihat benda terapung yang dikira pelampung.
"Kami kira gabus atau pelampung, tapi setelah didekati ternyata botol plastik. Waktu kami memutar perahu, baru terlihat tubuh korban tersangkut di bakau dengan posisi tertelungkup," kata Alfianto.
Kesaksian lain datang dari nelayan Djumblex Nalanguwera yang beberapa jam sebelumnya melihat perahu motor mencurigakan di sekitar pulau tersebut.
"Saya melihat perahu motor warna biru dengan lima orang dan sekitar seratus ekor ayam. Mereka seperti berlindung karena cuaca buruk, tapi setelah saya beri isyarat untuk ke kampung, mereka malah pergi," ujarnya.
Kesaksian ini membuka kemungkinan korban berasal dari perahu tersebut, meski belum ada kepastian.
Luka di Tubuh Korban
Hasil pemeriksaan luar menunjukkan adanya luka lecet di kepala dan leher korban.
Tenaga medis yang melakukan pemeriksaan luar, dr. Malinda A, menemukan sejumlah tanda kekerasan fisik.
"Korban mengalami luka lecet di kepala kiri dan kanan ukuran sekitar 4x3 sentimeter serta luka lecet di leher dengan ukuran bervariasi. Terdapat juga pendarahan dari kepala dan hidung," ujar Malinda.
Petugas juga menemukan barang-barang milik korban berupa uang asing sebesar 570 peso, gunting kuku dan balsem badan.
Temuan uang peso menguatkan dugaan korban merupakan warga negara asing.
Tidak Dilakukan Autopsi
Meski terdapat luka pada tubuh korban, pihak kepolisian memutuskan tidak melakukan autopsi.
Alasan yang digunakan adalah korban diduga merupakan warga negara asing.
Keputusan tersebut menimbulkan pertanyaan karena autopsi justru merupakan prosedur penting dalam kasus kematian tanpa identitas.
Seorang petugas kepolisian di lokasi mengatakan keputusan tersebut diambil setelah koordinasi internal.
"Korban diduga warga negara asing, sehingga tidak dilakukan autopsi dan langsung dimakamkan," ujar petugas.
Keputusan pemakaman cepat tanpa autopsi dinilai berpotensi menghilangkan kemungkinan pengungkapan penyebab kematian secara ilmiah.
Identitas Masih Misterius
Hingga kini identitas korban belum diketahui.
Tidak ditemukan dokumen resmi atau identitas pada tubuh korban selain uang asing.
Penemuan mayat tanpa identitas di wilayah perairan terpencil seperti Pulau Kaluhagi menunjukkan lemahnya pengawasan jalur laut antar pulau di wilayah Kepulauan Sitaro.
Kasus ini masih dalam penanganan kepolisian sektor Biaro, namun kemungkinan besar penyebab kematian korban tidak akan pernah diketahui secara pasti tanpa pemeriksaan forensik menyeluruh.



