700 Jamaah Hadiri Pengajian LDII di Masjid Baitul Kabir Gunung Putri
LUGAS | Bogor — Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H, suasana religius terasa hangat di Masjid Baitul Kabir, Minggu (15/2/2026). Sekitar 700 jamaah dari warga LDII Gunung Putri dan Citeureup memadati masjid untuk mengikuti pengajian akbar yang digelar oleh DPD LDII Kabupaten Bogor.
Pengajian ini menjadi momentum ruhani untuk mempersiapkan diri menyambut bulan penuh ampunan. Wajah-wajah jamaah tampak khusyuk menyimak tausiyah yang disampaikan para asatidz, dengan harapan Ramadhan tahun ini menjadi lebih bermakna.
Ustadz Bayu Saputra, guru dari Pondok Pesantren Darul ‘Ilmi, dalam materinya menegaskan bahwa puasa merupakan rukun Islam yang keempat. Ia mengingatkan kembali firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 183 tentang kewajiban berpuasa serta tujuan utamanya, yakni membentuk pribadi yang bertakwa.
“Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi latihan total mengendalikan diri—baik lisan, pandangan, maupun perbuatan,” ujarnya. Ia juga menjelaskan berbagai larangan yang harus dijauhi serta amalan sunnah yang dianjurkan selama bulan Ramadhan agar ibadah semakin sempurna.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Darul ‘Ilmi, Ustadz H. Daruki, menyampaikan pesan mendalam dari Al-Hadits. Ia mengingatkan pentingnya sikap wara’ (menjauhi perkara haram) dalam kehidupan sehari-hari. “Apabila kita takut kepada barang-barang haram, maka ibadah kita akan menjadi lebih bernilai. Dan apabila kita ridha menerima pemberian Allah, maka kita akan menjadi orang yang kaya,” tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga hubungan antarsesama manusia sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW, terutama dalam berbuat baik kepada tetangga. Menurutnya, kualitas ibadah seseorang tidak hanya diukur dari hubungan vertikal kepada Allah, tetapi juga dari hubungan horizontal kepada sesama manusia.
Pada kesempatan yang sama, H. Danang Santoso, penasihat LDII Gunung Putri, memberikan arahan kepada jamaah terkait program pembinaan selama Ramadhan. LDII menetapkan “5 Sukses Bulan Ramadhan”, yakni: sukses puasanya, sukses shalat tarawih, sukses membaca Al-Qur’an (minimal khatam satu kali selama Ramadhan), sukses meraih Lailatul Qadar, serta sukses menunaikan zakat fitrah.
Program tersebut merupakan bagian dari kontribusi LDII dalam membina umat agar memiliki 29 karakter luhur, sebagai fondasi membangun masyarakat yang religius, berakhlak mulia, dan berkontribusi positif bagi bangsa dan negara.
Pengajian ini menjadi bukti nyata semangat kebersamaan dan kesungguhan umat dalam menyambut Ramadhan. Di tengah tantangan zaman, ikhtiar memperkuat iman dan akhlak tetap menjadi prioritas. Dari masjid, pembinaan karakter dimulai—untuk keluarga, masyarakat, dan Indonesia yang lebih beradab.
Laporan: Jumanto | Editor: Mahar Prastowo
