LUGAS | MANADO — Kualitas penanganan tempat kejadian perkara kerap menjadi titik paling menentukan dalam proses penegakan hukum. Kesalahan kecil pada tahap awal bisa berujung pada runtuhnya konstruksi perkara di pengadilan. Kesadaran itu yang melatarbelakangi Polda Sulawesi Utara menggelar Coaching Clinic Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Tahun Anggaran 2026 di Manado, Kamis, 12 Februari 2026.
Kegiatan yang dibuka Irwasda Polda Sulut Komisaris Besar Polisi Amin Litarso di Hotel Peninsula tersebut mengusung tema “First Responder: Penanganan Awal TKP yang Presisi dan Akuntabel.” Tema ini menegaskan perhatian institusi pada peran petugas pertama di lokasi kejadian, yang kerap menjadi penentu kualitas barang bukti.
Membacakan sambutan Kapolda Sulut, Amin mengatakan tantangan penegakan hukum semakin kompleks. Menurut dia, akurasi dan kepatuhan prosedur dalam pengelolaan TKP menjadi kunci agar proses penyidikan tidak cacat sejak awal.
“First responder tidak hanya dituntut cepat, tetapi juga tepat, terukur, dan sesuai prosedur. Profesionalisme, legalitas, dan akuntabilitas harus menjadi prinsip utama,” kata Amin.
Dalam praktiknya, tahap awal penanganan TKP sering kali menghadapi tekanan situasi, keterbatasan personel, hingga intervensi pihak-pihak yang berkepentingan. Kondisi tersebut berisiko memengaruhi integritas barang bukti. Karena itu, pelatihan ini diarahkan untuk menyatukan persepsi antara personel Samapta sebagai petugas awal di lapangan dengan penyidik di tingkat Polres maupun Polda.
Kabid Labfor Polda Sulut bersama para instruktur forensik dijadwalkan memberikan materi teknis terkait standar operasional prosedur pengamanan TKP, teknik dokumentasi ilmiah, hingga tata kelola barang bukti berbasis laboratorium forensik.
Polda Sulut berharap penguatan kapasitas ini tidak berhenti pada tataran seremonial, melainkan terimplementasi dalam praktik penyidikan sehari-hari. “Tujuannya jelas, agar proses penegakan hukum berjalan objektif dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Amin.
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pejabat utama Polda Sulut serta peserta dari jajaran Polres di wilayah hukum Sulawesi Utara.
