Rayakan Hari Pers, Pelindo Bitung Buka Diri Dikritik, Bidik Layanan “Rasa Bandara”

 


LUGAS | BITUNGPT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Bitung menggelar coffee morning, (10/26) bersama insan pers Sulawesi Utara dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Minggu 9 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi ruang temu antara pengelola pelabuhan dan wartawan—dua pihak yang kerap berada di posisi berseberangan antara pelayanan publik dan fungsi kontrol.

General Manager Pelindo Regional 4 Bitung, James David Hukom, mengatakan pertemuan tersebut tidak dimaksudkan sebagai seremoni semata. Menurut dia, pers memiliki peran strategis sebagai pengawas sekaligus mitra kritis dalam memastikan pelayanan pelabuhan berjalan transparan dan berpihak pada publik.

“Kalau kami baik, silakan disampaikan. Kalau tidak baik, mohon dikritik supaya kami perbaiki,” ujar James di hadapan wartawan dari Bitung dan Manado, Selasa pagi.

Dalam kesempatan itu, James memaparkan sejumlah pembenahan yang telah dan sedang dilakukan Pelindo Bitung. Di antaranya penataan ulang jalur kendaraan dan penumpang, pembukaan Gate 2 untuk mengurai kepadatan, penerapan sistem non-tunai (e-money), hingga penyediaan jalur khusus penumpang dan fasilitas ramah disabilitas.

Pelindo juga menargetkan peningkatan standar pelayanan terminal penumpang. Pendingin ruangan, ruang tunggu berkapasitas hingga 1.000 orang, toilet representatif, musala, pos kesehatan, Wi-Fi, hingga charging station disiapkan untuk meningkatkan kenyamanan. James menyebut arah kebijakan itu sebagai upaya menghadirkan “pelabuhan dengan rasa bandara.”

Namun, di tengah paparan capaian dan rencana, James mengakui masih terdapat sejumlah persoalan mendasar. Ia menyebut pelayanan publik tidak bisa hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, melainkan juga konsistensi, manajemen arus penumpang, serta kejelasan informasi—terutama saat musim ramai seperti Natal, Tahun Baru, dan Lebaran.

“Masalah pasti ada. Tapi masalah itu fondasi. Kalau mau bangun lantai dua atau tiga, lantai satu harus kuat,” katanya.

Pelindo Bitung juga menyinggung capaian institusi, seperti penghargaan kebersihan tingkat BUMN dan meningkatnya kunjungan kapal pesiar. Meski demikian, James menegaskan capaian tersebut tidak boleh menjadi tameng dari kritik.

Bagi wartawan yang hadir, coffee morning ini menjadi momentum penting untuk menguji komitmen keterbukaan Pelindo. Dialog yang dijanjikan rutin setiap tiga bulan akan menjadi ukuran apakah hubungan pers dan Pelindo berhenti pada meja kopi—atau berlanjut pada transparansi kebijakan dan perbaikan nyata di lapangan.

Di Hari Pers Nasional ini, pesan yang disampaikan Pelindo Bitung sederhana namun krusial: kritik tidak dipandang sebagai ancaman, melainkan sebagai bagian dari proses membangun layanan publik yang lebih manusiawi.



0/Post a Comment/Comments

LUGAS 28th
Ads1
Ads1