![]() |
| Wakil Sekretaris Jenderal PRSI, Muhamad Ied. Foto: Arsip |
LUGAS | JAKARTA - Di tengah pesatnya perkembangan teknologi global, upaya membangun generasi muda yang adaptif dan inovatif menjadi kebutuhan mendesak. Persatuan Robotika Seluruh Indonesia (PRSI) mengambil langkah nyata melalui program “Robotika untuk Negeri”, sebuah inisiatif yang dirancang untuk memperkuat ekosistem pendidikan berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts and Mathematics) di Indonesia.
Melalui program ini, robotika diposisikan bukan sekadar sebagai keterampilan teknis, tetapi sebagai pintu masuk bagi generasi muda untuk mengenal cara berpikir ilmiah, kreatif serta mampu memecahkan masalah secara sistematis. PRSI meyakini bahwa pembelajaran robotika dapat menjadi medium efektif dalam menumbuhkan rasa ingin tahu, inovasi, dan kolaborasi sejak dini di kalangan pelajar.
Program Robotika untuk Negeri menyasar berbagai lingkungan pendidikan, mulai dari sekolah umum hingga pesantren. Pendekatan ini sekaligus menjadi upaya memperluas pemerataan akses pendidikan teknologi di Indonesia, terutama bagi wilayah atau komunitas yang belum banyak tersentuh pembelajaran berbasis teknologi.
Wakil Sekretaris Jenderal PRSI, Muhamad Ied menegaskan bahwa penguatan pendidikan teknologi harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter dan nilai spiritual.
“PRSI berharap melalui program Robotika untuk Negeri akan lahir generasi muda Indonesia yang adaptif, inovatif, serta mampu bersaing di era transformasi digital berbasis religi dan berkarakter luhur menuju Indonesia Emas 2045. Robotika kami posisikan sebagai pintu masuk untuk membangun ekosistem pendidikan STEAM di Indonesia,” ujar Muhamad Ied saat ditemui di Kantor PRSI, Senayan, Jakarta, Selasa (17/3/2026).
Menariknya, momentum bulan suci Ramadan juga dimanfaatkan PRSI untuk memperluas edukasi robotika kepada kalangan santri di berbagai pesantren. Upaya ini menjadi bagian dari langkah strategis untuk membangun literasi teknologi yang berpadu dengan nilai keagamaan.
“Dalam momentum bulan Ramadan ini, kami aktif memperkenalkan robotika kepada para santri sebagai bagian dari upaya membangun literasi teknologi sejak dini di lingkungan pesantren,” tambahnya.
Melalui program ini, PRSI berharap Indonesia dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul dalam penguasaan teknologi, tetapi juga memiliki karakter kuat dan spiritualitas yang kokoh. Di tengah tantangan global yang semakin kompleks, perpaduan antara kecerdasan teknologi dan nilai moral diyakini menjadi fondasi penting menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045. (TJ)
Reporter: Tri Joko
