LUGAS | Kota Bekasi - Tradisi gereja menciptakan harmoni dengan mengadakan buka puasa bersama umat Muslim merupakan wujud toleransi yang semakin kuat di Indonesia, Kegiatan ini bertujuan mempererat tali silaturahmi, persaudaraan, dan menunjukkan indahnya kerukunan dalam keberagaman.
Momen Bulan Suci Ramadhan sangat dirasakan terwujudnya Toleransi Umat Beragama dan merupakan dorongan membangun bidang Mental Spiritual.
Disejumlah tempat berbuka puasa bersama, diikuti pula warga Kristiani menjadi kebanggan tersendiri bagi Kaum Muslim yang tengah menjalani Ibadah di Bulan Ramadhan.
Seperti yang tampak di Galaxy, Dalam rangka Silaturahmi dan keakraban harmonisasi kerukunan umat dan lingkungan dalam rangka Ibadah Puasa digelarlah Buka Puasa Bersama jemaat dan pengurus Forum Komunikasi Gereja-Gereja Galaxi (FKGG) Di Wilayah RT 05/RW 017 Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu (1/3/2026).
Dalam kegiatan Buka Puasa bersama diwakili oleh masing-masing perwakilan gereja yang tergabung dalam Forum Komunikasi Gereja-Gereja Galaxy (FKGG), yaitu dari GBKP(Gereja Batak Karo Protestan), Katholik Santa Bartolomeus, GPIB Jemaat Galilea, Methodist Indonesia Sungai Yordan, Gereja Toraja Galaxy.
Turut hadir tokoh agama ustadz Shomat, para perangkat RT/RW 05/017 dan seluruh jajarannya bersama karang taruna.
Ketua FKGG Dr. Ir. Juli Edi Sebayang, M.Si didampingi oleh Sekretaris FKGG Ir. Jacky Wattimury menyampaikan bahwa acara ini merupakan Program FKGG yang harus dibina dan dipelihara guna memperdalam persaudaraan dalam Kebinekaan Indonesia dan Kerukunaan umat yang heterogen diwilayah Galaxy - Bekasi Selatan.
"Harmoni Ramadhan merupakan acara yang sangat inspiratif, karena kegiatan yang dilakukan sebagai wujud kerja sama dengan beberapa umat beragama. Kegiatan agama ini adalah satu wujud dari kerukunan dan persaudaraan yang ada di Indonesia." Kata ketua FKGG.
Juli Edi Sebayang mengatakan pertemuan antaragama adalah platform untuk merayakan semangat toleransi, kedamaian dan harmoni.
"Kami telah melakukan ini tahun lalu juga. Penting melakukan pertemuan orang-orang dari kedua agama dan berkumpul dalam suasana santai untuk merayakan persahabatan," ungkap Juli Edi Sebayang.
Ustadz Shomat menaruh respek pada FKGG bersama umat muslim untuk bersilaturahmi dan berbuka puasa bersama. "Acara ini makin meningkatkan ikatan persaudaraan antaraumat beragama, menjaga kerukunan, keberagaman, dan kebersamaan sebagai warga Indonesia,” kata Ustadz Shomat.
Saat Adzan tanda tiba waktu berbuka, para hadirin dipersilahkan menikmati menu berbuka puasa yang telah disiapkan panitia. Keakraban nampak diantara mereka meski berbeda agama. Satu sama lain saling terlibat pembicaraan ringan.”Inilah wujud kebersamaan dalam bingkai ke-Indonesia-an,” tandas salah seorang hadirin.


